Tuesday, 12 November 2019

LPSK Beri Pendampingan Terhadap Dua Anak Korban Pemerkosaan

Rabu, 17 Juli 2019 — 20:01 WIB
Jumpa pers LPSK atas upaya pemulihan dua anak yang menjadi korban pemerkosaan. (Ifand)

Jumpa pers LPSK atas upaya pemulihan dua anak yang menjadi korban pemerkosaan. (Ifand)

JAKARTA  – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengapresiasi Mahkamah Agung (MA) yang menganulir vonis bebas yang dijatuhkan PN Cibinong kepada HI, 42, terdakwa pemerkosaan dua anak. Mereka pun akan memberi pendampingan selama enam bulan ke depan untuk pemulihan para korban.

Wakil Ketua LPSK, Livia Istania DF Iskandar mengatakan, dari putusan MA yang memvonis 11 tahun penjara pihaknya merasa sangat lega. Untuk itu, saat ini pihaknya akan fokus dalam memulihkan kedua korban.

“Selanjutnya kami akan berikan perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, bantuan psikologis serta pemulihan psikososial, khususnya untuk pendidikan,” katanya, Rabu (17/7).

Dikatakan Livia, pemulihan itu perlu segera dilakukan karena kehidupan kedua korban sangat berubah atas kejadian tersebut. Orang tua korban juga disebut Livia sangat kaget anaknya mengalami kekerasan seksual selama bertahun-tahun.

“Karena itu LPSK siap untuk memberikan bantuan psikologis kepada korban dan keluarganya. Pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga lain untuk memulihkan psikososial korban,” terangnya.

Sekedar informasi, sebelumnya MA menganulir vonis bebas yang dijatuhkan PN Cibinong terhadap HI, 41, pemerkosa dua anak. Dari hal itu, MA menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada pemerkosa dua anak tetangganya itu.

Hukuman yang diberikan itu setelah sebelumnya HI yang awalnya dituntut 14 tahun penjara malah mendapat divonis bebas oleh PN Cibinong pada tanggal 25 Maret 2019 lalu. Atas kejanggalan vonis itu, MA telah mencopot Ketua PN Cibinong dan memberi sanksi disiplin kepada majelis hakimnya. (Ifand/M1/win)