Friday, 18 October 2019

Proses Pemilihan Cawagub Dituding Ada Politik Uang, Gerindra: Itu Hanya Halusinasi

Rabu, 17 Juli 2019 — 21:12 WIB
Syarif, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta.(guruh)

Syarif, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta.(guruh)

JAKARTA  – Dua partai pengusung calon wakil gubernur (cawagub) memastikan proses pemilihan cawagub tanpa politik uang (sogok). Pengajuan dan pemilihan cawagub murni berdasar penilaian kemampuan.

“Kita jamin. Tarik ulur penetapan tata tertib murni karena adanya perbedaan pandangan,  bukan karena ada uang atau tidak. Toh,  dalam penyusunan kita diasistensi oleh Kemendagri,  selalu konsultasi menyangkut pasal pasal tata tertib pemilihan,” kata M Syarif,  Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta,  Rabu(17/7/2019).

Sebab itu,  kata Syarif,  pihaknya mendukung adanya pelaporan oleh Fraksi Demokrat, PAN atas tuduhan politik uang dalam proses penyusunan tatib.

“Kita dukung,  tapi Gerindra tidak akan melaporkan apa apa,” kata Syarif.  Syarif menilai tudingan PSI hanya halusinasi. “Tanpa fakta dan data,  hanya berhalusinasi. ”

Abdurrahman Suhaimi,  Ketua Fraksi PKS mengatakan hal sama.  Menurutnya,   dalam pemilihan dan penetapan cawagub yang diusung itu berdasar kemampuan kedua calon.  Sebab itu,  Syakir meminta DPRD segera meneggelar  agenda pemilihan dengan penetapan tata tertib.

Sebab,  bila selalu molor maka akan menimbulkan fitnah macam macam.  Hal tersebut disampaikan kedua tokoh parpol pengusung cawagub karena adanya tudingan dari PSI.

Tudingan PSI tersebut cukup berdasar karena memang penyusunan tatib selalu molor tanpa alasan jelas. Sedianya tanggal 12 Juli lalu tatib tersebut sudah disahkan sehingga tanggal 22 Juli dilakukan pemilihan, namun pengesahannya sudah tiga kali batal,  terakhir Selasa (16/7).

Taufik,  Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta,  mengatakan pemilihan wagub yang direncanakan 22 Juli akan molor.  “Melihat proses yang tengah bberjalan,  sepertinya akan molor,” katanya.

Lempar Bola Liar

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, PSI sebaiknya bisa segera membuktikan tuduhan tersebut.”Jadi, ketika tidak bisa membuktikan, PSI cuma melempar bola liar, kembali lagi ke PSI.

Dia menyerang ke Dewan yang mengurusi pemilihan wagub menuding ada transaksi politik, malah diserang balik kan, diminta buktikan oleh PKS, Gerindra, bahkan PDIP, mereka enggak bisa mengungkap,” katanya.

Pangi menambahkan, bola liar politik uang yang dilempar PSI itu bisa saja sebagai strateginya dalam mencari muka kepada para senior legislatif Kebon Sirih.”Hal lain, bisa saja ini strategi politik PSI yang ingin menampakkan wajah ke DPRD, senior-senior mereka nanti,

Di sisi lain, bisa saja PSI juga ingin mengkritik soal lamanya proses pemilihan orang nomor dua di Pemprov DKI itu. “Mereka ingin menunjukkan eksistensi, dan membuka tradisi buruk partai lama, dengan lamanya pemilihan wagub serta kesan tertutup. PSI memberikan sinyal peringatan dini.” (john/win)

Terbaru

Kombes Suyudi Ario Seto pantau Kamtibmas di jalanan bersama Team Morres. (ist)
Jumat, 18/10/2019 — 10:39 WIB
Atasi Aksi Anarkis Massa
Jelang Pelantikan Presiden, Polda Metro Jaya Terjunkan Team Morres
Jumat, 18/10/2019 — 9:43 WIB
Menakar Kualitas Kabinet Baru
instagram.com/kimsoohyun_official_fan
Jumat, 18/10/2019 — 8:31 WIB
Kim Soo Hyun Siap Comeback