Friday, 18 October 2019

Tak Cuma Taman Fatahilah, Kota Tua Juga Punya Glodok dan Kampung Arab

Rabu, 17 Juli 2019 — 8:29 WIB
Kawasan Kota Tua,  Jakarta Barat. (toga)

Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (toga)

YOGYAKARTA – Pihak pengelola Kawasan Kota Tua terus melakukan revitalisasi pada Kawasan Kota Tua. Hal ini dilakukan guna mengembangkan salah satu destinasi unggulan Jakarta tersebut.

“Kami telah melakukan revitalisasi Kali Besar sehingga ada koneksi dengan Museum Sejarah Jakarta atau Taman Fatahillah. Kita juga mengembangkan kawasan sub Pecinan di Glodok, sub Pekojan, dan sub Sunda Kelapa,” ujar Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi Setio Husodo, di Yogyakarta, Senin (15/7/2019) malam.

“Tahun ini kami menganggarkan revitalisasi kawasan Kota Tua mencapai Rp111 miliar, termasuk untuk pembelian lahan,” sambungnya.

Namun upaya itu tak hanya berhenti di situ saja. Menurutnya, pihaknya juga melakukan berbagai promosi untuk menarik pengunjung menghabiskan waktu berliburnya di sana.

Tetapi kata Norviadi, promosi itu tidak hanya berfokus pada Taman Fatahillah saja. Melainkan ketiga lokasi lainnya, yakni kawasan Pecinan Glodok, kawasan Kampung Arab Pekojan, dan kawasan pelabuhan Sunda Kelapa. Terlebih sejumlah masyarakat masih belum mengetahui kalau ketiga lokasi itu termasuk dalam kawasan Kota Tua.

“Jadi selama ini brandingnya kan hanya di kawasan taman Fatahillah, (sekarang) kita coba mengembangkan di kawasan Glodok, dan Pekojan. Tahap awal ini kita lebih mempromosikan kawasan-kawasan lain yang juga memiliki potensi bagus untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Salah satu promosi yang dilakukan oleh pihak Kota Tua yakni menggelar event-event di kawasan destinasi wisata tersebut. Seperti kegiatan di kawasan Pecinan yang sarat dengan budaya China dan festivak di kawasan di Pekojan yang sarat dengab nuansa Arab.

“Kita pernah adakan kegiatan destinasi berdasarkan kharakteristik kawasan. Jadi kalau kita ingin bikin acara di Pecinan, di sana akan dikemas kegiatannya 70 persen dengan budaya Cina. Lalu juga bisa bikin kegiatan dikawasan Pekojan dengan nuansa Arab atau Timur Tengah,” tandas Norviadi. (firda/yp)