Monday, 09 December 2019

Dibuka Menpora, ASG 2019 Sarat Multipesan Lewat Olahraga

Kamis, 18 Juli 2019 — 21:43 WIB
Suasana upacara pembukaan ASG 2019

Suasana upacara pembukaan ASG 2019

JAKARTA – Ada sebuah pesan yang tersirat pada saat ‘opening ceremony’ atau upacara pembukaan ASEAN Schools Games (ASG) 2019 di Holy Stadium Terang Bangsa, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (18/7) kemarin. Lebih dari sekadar prestasi, ajang multievent khusus para pelajar se-Asia Tenggara yang ke-11 kalinya itu, sarat berbagai pesan, melalui olahraga.

“Di tempat ini mereka akan memberikan bukti, selama ini lewat sekolah, lewat klub, maupun kementerian pemuda dan olahraga di level pelajar di ASEAN betul-betul bisa menjadi satu dengan menjunjung tinggi kebersamaan, kemudian saling menghargai, dan di Semarang ini kita lihat bahwa mereka-mereka ini nanti akan bertanding di Olimpiade 2032 di Indonesia,” ungkap Imam kepada para awak media, selepas upacara pembukaan ASG 2019.

Diawali dengan tayangan video yang memperegakan kegiatan olahraga, Imam berlari untuk bertemu dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang datang dengan bersepeda ke Joly Stadium. Keduanya kemudian duduk bersama untuk menyaksikan serangkain acara.

“Kita lagi pembukaan ASG dan itu olahraga. Maka kita berikan dukungan dengan kegiatan olahraga. Saya pilih bersepeda dan pak menteri pilih lari. Artinya memberikan semangat kita juga cinta olahraga,” timpal Ganjar.

Selanjutnya, Imam bersama Ganjar memukul kok bersama, menandai datangnya obor dengan api abadi dari Mrapen yang di bawa oleh 11 pelari memasuki Holy Stadium. Obor dengan api abadi Mrapen yang diserahkan kepada Imam, kemudian diserahkan secara estafet ke tangan atlet voli asal Semarang, Chantika ‘Chuca’ Laviara.

“Bangga saja dapat kepercayaan untuk membawa obor, apalagi di kota saya sendiri, meski awalnya gak nyangka,” ungkap Chuca.

Obor yang diserahkan kepada Chuca kemudian disulut ke tengah-tengah tribun penonton yang sskaligus menandai dibukanya ASG 2019 ke-11 atau yang kedua kalinya di Indonesia sejak pertama digelar pada 2009 silam.

Sebanyak 1.600 atlet remaja dari 10 negara se-Asia Tenggara itu pun akan memulai perjuangan mereka dalam mengais medali dari sembilan cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan, mulai Jumat (19/7) ini. Indonesia sendiri berkekuatan 250 orang.

Dalam sambutannya, Imam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Indonesia dalam menggelar ASG ke-11 ini. “Saya berharap para atlet bisa berkompetisi dengan hebat dan mendapat kenangan manis selama di Indonesia. Karena di usia seperti mereka saat ini, nanti akan lahir atlet-atlet yang akan mencetak sejarah di level yang lebih tinggi, seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,”tuntas Imam, seraya menyudahi upacara pembukaan ASG 2019. (junius/yp)