Tuesday, 10 December 2019

Kecanduan Game, Iwan Harus Dirawat di Panti Jiwa

Kamis, 18 Juli 2019 — 19:24 WIB
Iwan yang menjadi korban kecanduan main game. (chotim)

Iwan yang menjadi korban kecanduan main game. (chotim)

BEKASI – Hati-hati dengan kencanduan game online melalui gadged.  Bagaimana bisa? Setidaknya, kasus Iwan, pasien jiwa di Yayasan Jamrud Biru, Kota Bekasi, menjadi contoh.

“Ya, Iwan kecanduan game. Tangannya bergerak sendiri. Syaraf motoriknya gak bisa dikendalikan,” kata Suhartono, pengasuh Yayasan Jamrud Biru, Kamis (18/7/2019).

Tono, panggilan akrabnya, lalu menceritakan bagaimana kondisi Iwan saat pertama datang ke panti 3 bulan lalu. “Kondisinya kurus, hanya 23 kilogram berat badannya,” katanya.

Tono sempat curiga karena anak ini kondisi sakit fisik. Dia tanya kepada relawan dari PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), apa tidak dikasi makan dan lainnya.

Namun setelah dijawab PSM diketahui kalau Iwan itu sudah sempat dibawa ke RS Jiwa dan dipindahkan ke Jamrud Biru.

Setelah dicek, ternyata memang kondisi sakit jiwanya sudah parah. Syaraf motoriknya, kata Tono, sudah rusak parah. Pasien itu tidak bisa berkomunikasi.

“Dan, jari Iwan selalu bergerak sendiri. Seperti halusinasi memegang HP dan main game,” katanya.

Keluarga pasien juga membenarkan jika Iwan memang kecanduan main game. Bahkan kalau HP diambil dia sering ngamuk, dan membanting HP nya.

Atas kondisi ini, perawat panti memberi perhatian khusus kepada Iwan dengan selalu mengajak bersosialisasi. Dia juga selalu disertakan dalam program sosialisasi, seperti belajar mengaji atau juga bergaul dengan teman sesama pasien.

“Sekarang sudah bisa berbicara, dan mengaji, meski dengan bahasa yang kurang jelas. Berat badan juga sudah meningkat jauh yakni 43 kilogram,” katanya sambil menyebut kesukaan iwan makan banyak.

Dengan bersosialisasi ini diharapkan kejiwaan pasien lebih cepat pulih. “Harus selalu disertakan dalam kegiatan sehingga tidak nglamun,” katanya.

Tujuh Belasan

Program panti Jamrud Biru memang selalu menyertakan pasien dalam kegiatan sosial. Para pasien secara rutin diajak olahraga senam bersama ke luar panti. “Mereka senam, ya sesuai dengan tingkat kesembuhan mereka,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihak panti juga akan mengadakan HUT RI  (Peringatan 17 Agustus) dengan mengadakan upacara bendera. Selain itu, pasien juga akan diikutkan berbagai lomba bersama masyarakat, yakni lomba panjat pinang.

“Tapi, sampai kini belum ada donatur untuk kegiatan 17 an ini. Semoga ada yang membantu,” katanya menutup perbincangan. (chotim/tri)