Sunday, 17 November 2019

Pembuat Getah Getih Sebut Karyanya Tidak Tahan Lama Karena Faktor Polusi di Jakarta

Kamis, 18 Juli 2019 — 16:04 WIB
Pembongkaran patung  Getah-Getih  di HI.(toga)

Pembongkaran patung Getah-Getih di HI.(toga)

JAKARTA – Joko Avianto, seniman pembuat karya seni Getah Getih mengungkapkan bahwa polusi udara di Jakarta menjadi salah satu faktor karya seninya di kawasan Budaran Hotel Indonesia (HI) tidak tahan lama sehingga harus di bongkar.

Joko menjelaskan, kekuatan bambu karya seninya bervariasi tergantung kondisi tingkat polusi udara kota tersebut. Karya seninya di Budaran HI bukan satu-satunya melainkan sudah dibuat di beberapa kota bahkan negara asing seperti Jerman.

“Variatif pengalaman saya di tiap kota, tiap lingkungan beda-beda kekuatannya (bambu) nggak bisa dibandingin,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, Bambu adalah material yang strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori menyerap udara serta menyerap air sehingga kondisi lingkungan mempengaruhi kekuatan bambu yang dia pakai

(Baca : Telan Anggaran Setengah Miliar, DPRD DKI Nilai Pembuatan Getih Getah Mubazir)

“Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya. Di karya saya yang lain mungkin lebih baik. Dibandingin karya saya (di) Jerman 2015 begitu ya 1 tahun si kawat nggak karatan masih bagus,” papar Joko.

Dengan kata lain, kekuatan bambu Getih Getah di Jakarta sendiri dipengaruhi oleh faktor polisi udara yang buruk. Seperti diketahui, belakangan tingkat polusi udara di Jakarta menjadi sorotan karena dinilai sudah tidak baik.

“Iya kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. Jadi bagi saya indikator sih. Ya kondisinya lebih mudah rusak (di Jakarta),” tandas Joko.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan bahwa pembongkaran Bambu Getih-Getah pada Rabu (17/7/2019) karena bambu mulai rapuh dan dan dikhawatirkan akan roboh.

“Iya dilakukan pembongkaran (getah getih) karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh khawatir rubuh,” kata Suzi yang menyampaikan bekas bekas Getih Getah tidak lagi bisa digunakan. (yendhi/tri)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945