Saturday, 19 October 2019

UI Gaet Ki Manteb Gencarkan Kemampuan Suluk di Klaten

Kamis, 18 Juli 2019 — 3:00 WIB
Dr Darmoko (ketiga dari kiri) dan Ki Manteb Sudarsono (berkopiah batik terang) dalam acara di Klaten. (ist)

Dr Darmoko (ketiga dari kiri) dan Ki Manteb Sudarsono (berkopiah batik terang) dalam acara di Klaten. (ist)

JAKARTA – Tim Pengabdian Masayarakat Universitas Indonesia (UI) menggandeng dalang kondang Ki Manteb Sudarsono untuk menggencarkan ketrampilan berkesenian, dalam hal ini kemampuan oleh vokal suluk, yakni semacam nyanyian khas dalam pedalangan ataupun dibawakan oleh pembawa acara.

Hal itu diungkapkan oleh Dr Darmoko HK, dosen FIBUI yang menjadi tim Pengabdian Masyarakat UI, dalam rilisnya, Rabu (17/7/2019). Menurut Darmoko, digencarkan kemampuan suluk atau sulukan ini penting, karena kini makin sedikit sanggar-sanggar seni yang mengajarkan sulukan sebagai potensi yang bagus.

“Sanggar-sanggar seni di Klaten berperan penting sebagai agen pelestari budaya Jawa. Namun, ironisnya banyak sanggar yang kehilangan peminat dan pembimbing karena tidak lagi sejalan dengan perubahan zaman,” ujarnya.

Adapun tim Pengabdian Masyarakat UI 2019 selain dirinya, juga ada Dr. Dwi Rahmawanto, Citra Rochmawati, Dicsy R Monita, dan Viena Ulya.

Darmoko lantas memberi definisi yang lebih gamblang tentang suluk tersebut. Menurut dia, suluk adalah semacam  nyanyian yang biasa dilantunkan dalang pada umumnya, yakni  dilantunkan dalam pertunjukan wayang.

“Namun suluk juga dilantunkan oleh para pembawa acara dalam upacara adat Jawa untuk memberikan suasana-suasana tertentu. Suluk menjadi unsur penting dalam menunjang penampilan pembawa acara.

Dia mengungkapkan, pemberdayaan kemampuan suluk dilaksanakan dengan melakukan sarasehan dan pelatihan. Kegiatan tersebut dilaksanan pada 16 dan 17 Juli 2019 di Desa Borongan, Polanharjo, Klaten. Pada kesempatan tersebut, dihadirkan narasumber dalang kondang Ki Manteb Soedarsono dan Ki Sayoko. Kedua narasumber memberi materi sekaligus melatih masyarakat melantunkan suluk.

“Selain kegiatan sarasehan dan pelatihan, Tim Pengmas UI juga melakukan digitalisasi sulukan pedalangan. Hasil digitalisasi tersebut berupa rekaman audio visual sulukan pedalangan yang lengkap. Rekaman tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk senantiasa mengasah kemampuan sulukan pedalangan,” ujarnya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat UI 2019 tersebut diharapkan dapat memberdayakan kembali kemampuan sulukan masyarakat. Sehingga dapat memperkokoh cipta, rasa, dan karsa yang berorientasi pada jati diri masyarakat desa Borongan khususnya dan kabupaten Klaten pada umumnya.

Dia menambahkan, potensi sumber daya alam masyarakat Klaten Jawa Tengah memang tidak diragukan lagi. Tersedianya lahan pertanian yang luas, sumber mata air melimpah, dan tempat wisata alam dan sejarah yang banyak tersebar menjadikan Kabupaten Klaten semakin sejahtera.

Selain potensi sumber daya alam, Klaten memiliki potensi tinggi dalam hal sumber daya manusia yang terkait dengan pelestarian kebudayaan Jawa. Dalam hal ini, suluk merupakansalah satu potensi yang penting. (win)