Monday, 09 December 2019

Bulutangkis Optimis Lampaui Target 2 Emas di ASG 2019

Jumat, 19 Juli 2019 — 7:39 WIB
pelatih tunggal putra Indonesia untuk ASG 2019, George Rimarchdi

pelatih tunggal putra Indonesia untuk ASG 2019, George Rimarchdi

SEMARANG – Cabang olahraga bulutangkis optimis bisa melampaui target dua medali emas pada ajang ASEAN Schools Games (ASG) 2019 yang akan mulai dipertandingankan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (19/7/2019) ini. Dari tujuh nomor yang dipertandingan, target dua medali emas tersebut diharapkan datang dari sektor ganda putri dan beregu putra.

Sikap optimis tersebut diungkapkan Manajer Tim bulutangkis Indonesia, Luluk Hadiyanto karena status sebagai tuan rumah. “Untuk saat ini target memang dua, tapi saya kira bisa lebih. Kami tak ingin gegabah untuk menentukan lebih tinggi, tapi sebagai tuan rumah, kami optimis bisa meraih lebih dari dua emas. Prediksi saya emas dari ganda putri dan beregu putra. Tapi, kondisi di lapangan jelas berbeda. Bisa saja kita meraih lebih dari itu,” ungkapnya jelang pertandingan babak penyisihan yang akan digelar di Gelora Universitas Semarang (UMS).

Selain status tuan rumah yang mendapat dukungan lebih dari para suporter, sikap optimis tersebut juga merujuk pada pencapain ASG edisi tahun lalu di Malaysia. Saat itu, tim bulutangkis Merah-Putih berhasil membawa pulang empat medali emas ke Tanah Air.

“Tahun lalu kita meraih empat emas. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa sapu bersih tujuh emas dari beregu dan individu. Kita target utamanya memang di kedua nomor itu. Hanya saja tahun ini ada atletnya kita yang fokus di event lain,” timpal pelatih tunggal putra, George Rimarchdi.

Meski optimis, tim bulutangkis Indonesia memang tidak ingin meremehkan tim lawan. Apalagi di ASG tahun ini, Indonesia tidak turun dengan skuat terbaiknya. Sebab, skuat utama Merah Putih saat ini tengah berlaga di Kejuaraan Asia Junior 2019 di Tiongkok.

“Kita pakai pemain lapis kedua, mereka (calon lawan) juga menggunakan pemain lapis kedua. Tapi saya rasa pemain lapis kedua kita lebih unggul dari pemain-pemain lawan. Karena perbedaan pemain utama mereka dengan pemain lapis kedua kita, tidak berbeda jauh,” ungkapnya.

Tim bulutangkis Indonesia akan mengawali perjalanan mereka di ASG tahun ini pada babak penyisihan beregu putra dan putri, Jumat (19/7) ini. Di nomor beregu putri, Indonesia tergabung bersama Malaysia, Filipina, dan Myanmar di Grup Y.

Sedangkan di nomor beregu putra, Indonesia tergabung bersama Singapura, Thailand, dan Kamboja di Grup B. George menambahkan, selain Malaysia di nomor bergeu putri, Thailand juga bisa menjadi lawan yang bisa menyulitkan langkah tim Merah-Putih di nomor beregu putra.

“Kalau di nomor beregu putri, Malaysia bisa menjadi lawan tersulit buat kita di fase penyisihan. Namun bukan tidak mungkin Filipina dan Malaysia juga bisa merepotkan kita. Karena peta kekuatan bulutangkis sekarang ini, cukup mereta. Sedangkan di nomor beregu putra, saya pikir Thailand bisa juga bisa merepotkan kita, meski kami juga tidak meremehkan Singapura atau Kamboja. Yang penting buat kita fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya saja dulu,” tuntas George. (junius/yp)