Thursday, 21 November 2019

Getah Getih Dianggap Sia-Sia, DPRD: Mending Untuk Bedah Rumah

Jumat, 19 Juli 2019 — 15:18 WIB
Karya seni bambu ‘Getah Getih’ di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Pusat, sebelum dibongkar. (toga)

Karya seni bambu ‘Getah Getih’ di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Pusat, sebelum dibongkar. (toga)

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta terus menyoroti pembongkaran karya seni bambu ‘Getah Getih’ di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang telah dibongkar belum genap satu tahun dengan anggaran pembuatan Rp550 juta.

Kali ini kritikan datang dari Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta, Veri Yonnevil. Dia menilai seni anyaman bambu ‘Getah Getih’ yang di pajang di Bundaran HI untuk menyambut Asian Games adalah sia-sia.

Karena dengan anggaran lebih dari setengah miliar karya seni tidak bisa bertahan lama dan tidak bisa digunakan lagi pasca-dibongkar. Dia berpendapat seharusnya karya seni Getah Getih bisa menggunakan material yang lebih tahan lama seperti plat baja ringan.

“Itu kan sia-sia, sebetulnya dari awal sia-sia. Karya seni yang sangat luar biasa sebenarnya. Seharusnya saat itu tidak dibuat dari bambu karena bambu itu kan ada usia. Sekarang dengan hanya beberapa bulan harus dibongkar kan menghabiskan uang rakyat setengah miliar lebih,” kata Veri dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/7/2019).

(BacaPernah Dibanggakan Anies, Bambu Setengah Miliar di Bundaran HI Kini Dibongkar)

Menurutnya, sejak awal Anies memikirkan jangka panjang sebelum menentukan keputusan. Karena dia nilai dengan uang setengah miliar seharusnya Anies bisa gunakan untuk membantu warga Jakarta yang kekurangan.

“Karena kalau Rp550 juta Anies bantu untuk bedah rumah sudah berapa rumah yang bisa dia bantu, ya kan? Daripada bangun bambu begitu. Artinya banyak uang, kecuali kantongnya Anies sendiri,” ucap Veri.

(BacaKarena Alasan Ini, Instalasi Bambu Setengah Miliar di Bundaran HI Dibongkar)

Bahkan, Veri mengkritik kinerja Anies selama kurang lebih memimpin Jakarta yang disebut belum ada pekerjaan hasil perencanaannya yang terealisasi. Jika ada pun hanya meneruskan program dari gubernur sebelumnya.

“Saya simpulkan selama dua tahun ini tidak ada sesuatu yang terencana dilakukan oleh Anies. Kalaupun ada itu kan dari (pejabat) yang lama, dari yang sebelumnya. Jadi apa yang ada dalam pikiran dia, langsung dia lakukan,” tandas Veri. (yendhi/ys)

Terbaru

Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina