Monday, 09 December 2019

Lawan Aljazair, Senegal Tak Mau Dijegal

Jumat, 19 Juli 2019 — 6:31 WIB
Pemain Senegal (reuters)

Pemain Senegal (reuters)

KAIRO  – Ambisi Senegal untuk membidik gelar perdana pada ajang Piala Afrika, bakal mendapat hadangan dari Aljazair pada partai puncak di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7/2019) pukul 02:00 WIB. Duel nanti, sekaligus memspertegas kembali pamor pelatih lokal di benua Afrika.

Terakhir kali peran pelatih lokal mampu mendominasi turnamen ini saat Hassan Shehata membesut Mesir. Di bawah asuhannya, Mesir mampu meraih hatrik gelar di Piala Afrika pada edisi 2006, 2008 dan 2010.

Tim besar seperti Pantai Gading, Kamerun dan Ghana bergantian dibikin sakit hati pasukan Hassan. Sukses prlatih kelahiran El Beheira, Mesir itu membuat keberadaan pelatih lokal Piala Afrika, kembali diperhitungkan. Namun sejak saat itu, peran pelatih lokal kembali meredup.

Buktinya, tiga dari empat negara yang menjuarai Piala Afrika dalam empat edisi terakhir dibesut oleh para pelatih impor. Yang paling fenomenal tentu Herve Renard. Lelaki asal Aix-les-Bains, Prancis itu bergantian membawa Zambia dan Pantai Gading menjuarai turnamen bergengsi di Benua Hitam.

Tren itu membuat sejumlah tim besar Afrika kembali berkiblat pada pelatih Eropa. Kini, pamor pelatih lakol kembali terangkat, seiring kesuksesan Senegal dan Aljazair ke partai final.

Lebih dari sekadar mengembalikan pamor pelatih lokal, Aliou Cisse bahkan bertekad mempersembahkan gelar perdana bagi Senegal di Piala Afrika tahun ini.

“Ini saatnya bagi kami percaya kepada diri sendiri, kepada pelatih lokal. Sedikit-sedikit tren (menggunakan pelatih impor red) harus kami rubah. Tapi kami juga ingin membuat sejarah, menjuarai Piala Afrika untuk pertama kalinya. Saya juga ingin membayar kegagalan saya di turnamen ini,” kata Cisse dikutip AFP.

Semasa masih menjadi pemain, Cisse sempat punya peluang membawa Senegal menjadi juara pada edisi 2002 di Mali. Sayany, Cisse dan kolega gagal menjuarai Piala Afrika 2019 usai menyerah dari Kamerun lewat drama adu penalti 2-3 pasca bermain imbang tanpa gol selama 120 menit laga di partai final.

Kali ini, usaha Cisse untuk membayar kegagalan tersebut, bakal dihambat oleh sahabatnya sendiri yang juga pelatih lokal, Djamel Belmadi di kubu Aljazair.

Sama-sama lahir di kota Paris, Prancis dengan selisih satu hari, pamor Cisse masih lebih mentereng ketimbang Belmadi semasa keduanya masih menjadi oemain. Kini, Cisse bakal menjaga pamornya di hadapan Belmadi sebagai kedua pelatih lokal di benua Afrika.

“Djamel (Belmadi red) adalah ahli strtegi ulung, pelatih hebat yang dimiliki Aljazair. Meskipun pamornya sebgai pemain, tidak mentereng, dia cepat menghasilkan sesuatu yang luar biasa sebagai pelatih,” puji Cisse. (junius/yp)

Perkiraam susunan pemain:

Senegal (4-5-1): ​Gomis (g); Gassama, Sabaly, Koulibaly, Kouyate; Sarr, Mane, Gueye, Ndiaye, Saviet; Niang.
​Aljazair (4-5-1): ​Mbolhi (g); Zeffane, Bensebaini, Mandi, Benlamri; Mahrez, Belaili, Geudioura, Feghouli, Bennacer; Bounedjah.