Wednesday, 11 December 2019

Permohonan Penangguhan Penahanan Rey Utami dan Pablo Masih Dikaji

Jumat, 19 Juli 2019 — 13:44 WIB
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

JAKARTA – Surat permohonan penangguhan terhadap tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik di media sosial, Rey Utami dan Pablo Benua, masih belum dikabulkan. Alasannya, penyidik masih mengkaji permohonan tersebut.

“Permohonan penangguhan penahanan itu belum dikabulkan ya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/7/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyidik hingga kini masih mempelajari surat permohonan penangguhan tersebut. Sehingga belum dapat disimpulkan apakah permohonan itu dikabulkan atau tidak oleh penyidik. “Masih di evaluasi penyidik permohonanya,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, pasangan Youtuber Rey Utami dan Pablo Benua ditetapkan sebagai tersangka kasaus ‘ikan asin’ pada 12 Juli 2019. Pada hari yang sama, tim kuasa hukum pasangan tersebut mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan. Adapun alasannya yakni Rey Utami ingin mengurus anaknya.

“Pablo dan Rey sudah ajukan penangguhan penahanan, lihat saja kondisinya. Alasan (mengajukan penangguhan penahanan) kemanusiaan, karena ada anak kecil, menyusui anak bayi,” terang kuasa hukum keduanya, Burhanuddin, Rabu (17/7/2019).

Penetapan tersangka terhadap Rey Utami dan Pablo Benua merupakan buntut dari laporan Fairuz terkait kasus ‘ikan asin’. Tak hanya pasangan Youtuber itu, polisi juga menetapkan mantan suami Fairuz A. Rafiq, Galih Ginanjar, sebagai tersangka atas kasus tersebut. Polisi pun telah resmi menahan.

Atas perbuatannya, ketiga dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. (firda/mb)