Monday, 09 December 2019

2 Hari Lewati Hutan Liar, Anjing Ini Penuh Luka Kembali ke Pemilik yang Tak Lagi Menginginkannya

Senin, 22 Juli 2019 — 6:44 WIB
nytimespost

nytimespost

SIBERIA – Seekor anjing berjalan sejauh 125 mil. Dengan tubuh penuh luka, anjing jenis Bullmastiff itu mati-matian melewati hutan Siberia, menghindari beruang dan serigala untuk pulang ke pemiliknya.

Nytimespost melaporkab anjing bernama Maru itu berusia 1 tahun. Ia dinaikkan ke kereta Trans-Siberia untuk dilepaskan ke tempatnya dilahirkan. Pemilik tak lagi ingin memeliharanya dengan alasan alergi.

Namun anjing itu malah kabur saat kereta bergerak dari Krasnoyarsk ke Novosibirsk. Ia menggunakan kakinya yang bercakar untuk membuka pintu kereta lalu kabur saat kereta berhenti di stasiun kecil dekat Achinsk.

Petugas kereta berterik-teriak memanggilnya. Namun, anjing itu tak ditemukan.

Di Novosibirsk, pemilik tempat anjing, Alla Morozova, membentuk tim pencari untuk menemukan Maru. Ia menyebarkan pencarian itu ke media sosial untuk mendapatkan informasi anjing tersebut.

Dua hari kemudian, Maru ditemukan di kawasan industri, tak jauh dari rumah pemilik yang tak lagi menginginkannya. Ia kelelahan, tubuhnya penuh luka dan terlihat menangis.

Anjing itu telah menempuh perjalanan ke timur di sebelah jalur kereta Trans-Siberia, sebuah jalur kereta terpanjang di dunia, untuk menempuh perjalanan 125 mil melewati daerah ganas.

“Untung beruang tidak memakannya, atau serigala mengunyahnya,” ujar Alla kepada The Siberian Times. “Anjing itu sangat lelah. Dia lumpuh, cakarnya patah. Bantalan di kakinya luka. Moncongnya juga luka. ”

Anjing yang penuh luka itu jatuh ke tanggul kereta di Krasnoyarsk sebelum akhirnya ditemukan dan dikenali.

Petugas kereta mengatakan kepada Alla bahwa Maru mengalami “serangan panik” dan “takut” dengan suara kereta karena berada jauh dari rumah dan pemiliknya.

Menurutnya, ketika kereta berhenti anjing itu melompat ke pintu, menendang pegangan untuk membuka pintu. “Dia melompat keluar secepat peluru,” ujarnya.

“Ketika pintu terbuka ke peron, dia melompat keluar ke kegelapan, ke taiga (hutan Siberia yang berawa),” sambungnya.

Alla yakin anjing itu akan kembali ke rumahnya yang dulu, seberapa pun jauhnya. Maru kemudian dibawa kembali ke tempatnya di Novosibirsk oleh teman Alla, Alyona.

“Aku yakin dia mencari rumahnya,” katanya. “Anjing sangat terikat pada manusia. Dia tidak lari ke Novosibirsk, dia ingin kembali ke tempat tinggalnya.”

Menurutnya, apa yang dilakukan maru sudah benar. Meskipun secara geografis ia tak bisa membayangkannya.

Alla juga jengkel karena pemilik yang kemudian menolak Maru, tidak membantu dalam pencarian. (yp)