Tuesday, 10 December 2019

Pengurus PKS Jadi Prasejahtera Bila Asetnya Benar-Benar Disita

Selasa, 23 Juli 2019 — 6:29 WIB
sita jamin

CINTA Fahri Hamzah pada PKS benar-benar sudah mentok gardan. Meski dipecat tak mau pindah ke partai lain, padahal banyak tawaran. Dia pilih gugat pengurus PKS termasuk presidennya. Sialnya, meski menang sampai MA, Rp30 miliar itu belum dibayar juga. Maka jika asetnya sampai benar-benar disita, pengurus PKS bisa jadi warga prasejahtera.

Sudah bukan rahasia lagi, sebagai politisi PKS Fahri Hamzah terkenal paling vokal di DPR, ini berbanding lurus dengan Fadli Zon. Kebetulan keduanya sama-sama duduk sebagai Wakil Ketua DPR, sehingga makin kompak saja menghajar kebijakan pemerintah termasuk presidennya. Dua F ini memang sparing partner yang pas.

Tapi PKS sebagai oposisi bersyariah, lama-lama risih juga atas kevokalan Fahri Hamzah. Ditegur berulangkali tak ada perubahan, maka di era kepempinan Sohibul Imam, Fahri Hamzah ditindak tegas, dipecat dari partai dan otomatis lengser dari DPR. PKS pun telah siapkan penggantinya.

Tapi Fahri  Hamzah kok dilawan. Presiden PKS termasuk sejumlah pengurusnya digugat di PN Jaksel. Dewi Fortuna berpihak pada politisi dari NTB ini. Dari pengadilan tingkat pertama, naik banding sampai kasasi MA, semua memenangkan Fahri Hamzah. Vonisnya tak berubah, tetapganti rugi Rp 30 miliar dan nama baik dipulihkan.

Memulihkan nama baik sih mudah, tapi bayar tunai Rp30 miliar ini lumayan berrrat. Maka meski sudah beberapa kali ditegur pihak PN Jaksel, PKS tak juga menunaikan kewajibannya. Habis sudah kesabaran Fahri Hamzah, sehingga lewat pengacaranya dilakukan permohonan sita paksa aset pengurus PKS, dari Presiden Sohibul Iman, sejumlah pengurus lainnya termasuk Hidayat Nurwahid.

Ada 8 aset penting yang bakal disita paksa, dari tanah, rumah dan kendaraan. Jika aset itu benar-benar tersita untuk dilelang, nasib para pengurus Partai Keadilan Sejahtera bisa saja jadi warga prasejahtera. Tapi di sini menunjukkan bahwa isyu PKS terima “kardus” Rp 500 miliar dalam pencawapresan Sandiaga Uno tempo hari, sama sekali bohong.

Jika benar-benar ada, uang Rp30 miliar kan kecil sekali. Dan di sini pula loyalitas Fahri Hamzah teruji. Karena cintanya pada PKS sudah mentok gardan, dia tak berpaling ke partai lain meski banyak yang mengajaknya. (gunarso ts)