Monday, 09 December 2019

Pak, Punya Simpenan?

Rabu, 24 Juli 2019 — 8:16 WIB
simpenan

PUNYA simpenan? Pertanyaan ini berstandar jamak. Ya, simpenan itu macam-macam, uang, harta karun emas berlian. Dan yang juga masuk simpenan adalah selingkuhan? Perempuan. Bisa pacar atau istri yang dinikahi secara diam-diam. Jadilan, ‘istri simpenan’!

Ya, namanya juga barang simpenan, jadi harus juga disempan secara baik, dan jangan sampai orang luar tahu, kecuali orang terdekat dan terpercaya. Jika  yang disimpan harta, perlulah dikasih tahu pada istri dan anak-anaknya. Karena jika si empunya simpenan telah tiada, harta simpenan itu bisa nggak kemana-mana. Kalau itu sipatnya warisan, harus dibagi-bagi secepatnya secara adil!

Nah, tapi jika seorang lelaki atau suami yang  punya simpenan wanita, maka tak perlulah orang lain tahu. Kenap? Ya, kalau keluarga tahu, terutama istri pertama, bisa jadi lain ceritanya.

Mau tahu nggak simpenan yang aman buat harta benda, emas berlian dan surat-surat berharga? Ya tahulah, itu tuh lembaga yang terpercaya. Bank dan semacamnya. Kalau sudah disimpan di tempat tersebut, kayaknya si empunya tak perlu lagi was-was. Boleh tidur nyenyak.

Hemm, coba tebak, ayo dimana menyimpan wanita atau istri istri simpenan? Hemm, kalau yang pas-pasan bisa disimpan di kontrakan, di hunian yang sepi. Buat lelaki yang  berkelas, boleh di apartemen yang megah?

Eh, atau di rumah susun? Seperti Rusunami, misalnya? Hemm, mengapa tidak? Tapi, kasihan dong Pemda, padahal niat awal bikin rusun itu ya buat para keluarga yang nggak punya rumah atau mengentaskan mereka dari tempat yang nggak layak?

Lha, kalau kemudian diserobot para lelaki yang punya simpenan, kan jadi gagal dong program pemda?  (massoes)