Monday, 09 December 2019

Siti Ida Hamidah, dari Petugas KB Kini Sukses Mengurus Wartawan

Rabu, 24 Juli 2019 — 8:37 WIB
Siti Ida Hamidah

SIAPA sangka Siti Ida Hamidah kini didapuk menjadi orang nomor satu di Dinas Kominfo Kab Purwakarta. Wanita 51 itu ternyata dulunya orang KB, atau berlatar belakang keilmuan pekerjaan dari BKKBN, yang garis lembaganya vertikal ke Kementeriaan BKKBN era Hayono Suyono.

BKKBN pun dilebur. Ida, begitu panggilan karib ibu empat anak disapa, tak lagi tercatat ASN pusat. Beberapa ASN pusat didaerah seperti Deppen dan BKKBN, akhirnya berlabuh sebagai pegawai daerah. Ida resmi menjadi ASN Sekretariat Daerah (Setda) Purwakarta.

Karier Ida tergolong moncer. Ida langsung masuk ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purwakarta. Kariernya kian merangkak naik seiring kinerjanya yang baik.

Ida dipromosikan ke Badan Perencanaan Daerah (Bappeda).Cukup lama, Ida mengabdi di Bappeda. Pengalaman demi pengalaman yang dia torehkan hingga pimpinannya (bupati) mempromosikan kembali Ida ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebagai Kepala Bidang.

“Bidang pekerjaan yang saya geluti tak jauh dari mengurusi masyarakat,” ucap Ida.

Pengalaman itu membuat Ida tak kaku saat dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Kominfo Pemkab Purwakarta, pada 23 April 2019 lalu. Bidang ini sukses mengurusi wartawan  sebagai mitra kerja Pemkab.

Ida ditugasi bupati bagaimana menginformasikan kebijakan pemkab dan mempromosikan segala potensi yang ada di Purwakarta termasuk sektor pariwisata.

“Saya tak ingin jumawa atas raihan yang telah dicapai. Sebagai bawahan,saya selalu berpikir bagaimana pimpinan senang. Alhamdulillah, Ambu (bupati) senang,” ucap Ida.

Ida diketahui telah “membidani” hadirnya KIM/Kelompok Informasi Masyarakat ditingkat desa dan kecamatan. KIM ini, kata Ida, tak melulu menghalau pemberitaan media bersifat negatif tentang pemerintahan, tetapi memberikan informasi positif tentang potensi didesa dan kecamatan yang belum tergali.

“KIM terintegrasi ke Diskominfo. Mereka relawan kita ditingkat desa dan kecamatan. Setiap bulan mereka rapat bersama kominfo,”kata Ida.

Tentunya ada alasan kuat Ida “melahirkan” KIM tersebut. Salah satunya untuk mengcounter pemberitaan hoax dan negatif media tentang pemkab.

“Seperti gizi buruk padahal faktanya tidak ada. Relawan KIM ini yang nantinya menelusuri untuk kemudian diluruskan informasinya. KIM menyodorkan info itu ke Kominfo kemudian kita bikin rilisnya,”terang dia.

Sejauh ini, diakui dia, keberadaan KIM sangat membantu. Alih alih begitu, Ida menyebutkan wartawan mitra kerja pemkab sehingga harus bersahabat. “Alhamdulillah sekarang kita bersahabat dengan wartawan. Komunikasi kita pun lancar,” katanya.

“Sekarang mah, enak enak saja dengan wartawan. Terakhir dikegiatan UKW saya berbicara bahwa kalan dibekali kode etik jadi jangan macam macam,”pungkasnya tersenyum. (dadan sukmana/fs)