BERJUANG, berdoa dan berusaha, inilah yang dilakukan pria bernama Rasikin selama 20 tahun belakangan ini. Betapa tidak, pria yang awalnya hanya mendaftar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan hanya bekerja sebagai staf, akhirnya dipercaya untuk menjadi pelayanan warga dengan menjabat sebagai lurah.
Pria yang saat ini menjadi lurah Pondok Kopi mengaku, sama sekali tak menyangka dengan apa yang saat ini diraihnya. Tak pernah terbesit dibenaknya setelah 20 tahun mengabdi, ia bisa menjadi pejabat wilayah seperti sekarang ini. “Mungkin ini mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada saya. Ini amanat yang akan selalu saya jaga,” katanya, Minggu (4/8).
Diceritakan Rasikin, perjuangan hidupnya bermula pada tahun 1995, dimana ia mendaftar menjadi CPNS di Pemprov DKI. Saat itu, ia bersyukur usaha yang dilakukannya bisa membuahkan hasil. “Setelah saya dinyatakan lolos, akhirnya saya bertugas menjadi staf di di kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara,” ujarnya.
Sejak tahun 1995 itu, kata Rasikin, ia bekerja sebagai staf dengan melakukan tugas pelayanan yang ada di kelurahan. Hampir 18 tahun atau hingga tahun 2013 ia menjalani tugasnya dengan penuh pengabdian untuk melayani warga. “Cuma di tahun 2000-an saya dipercaya menjadi kepala seksi pemerintahan,” ujarnya.
Lelang jabatan yang dilakukan Presiden Jokowi saat menjabat sebagai Gubernur DKI, dinilai Rasikin sebagai pintu masuk bagi dirinya untuk menjadi lebih baik. Di mana pada lelang itu, ia ikut mendaftar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. “Saya lolos lelang dan akhirnya menjabat sebagai Wakil Lurah Dukuh, Kramatjati, selama beberapa bulan,” ungkapnya.
Sejak saat itu, kata Rasikin, karirnya pun semakin berkilau dan di awal tahun 2015 ia diangkat menjadi lurah. Saat itu, bapak dua anak ini dipercaya memimpin wilayah Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, selama beberapa bulan. “Saya juga pernah menjabat Lurah Kuningan Barat, Jakarta Selatan, selama beberapa waktu pula,” imbuhnya.
Sejak saat itu, kinerjanya semakin baik dalam memberikan pelayanan bagi warga. Alhasil, ia pun kembali dipercaya untuk menjadi Lurah Pondok Kopi, Duren Sawit, hingga saat ini. “Alhamdulillah pimpinan hingga warga masih mempercayai saya dalam mengemban tugas. Ini akan saya jaga dengan memberikan pelayanan terbaik bagi warga,” ungkapnya.
Selama di pemerintahan hingga menjabat sebagai lurah, kata Rasikin, banyak suka duka yang ia alami. Sehingga dengan menjabat sebagai lurah, ia sudah tak kaget lagi dengan reaksi warga yang mengajukan surat permohonan. “Karena sejak awal kerja saya sudah menangani banyaknya warga yang minta pelayanan marah-marah dan buru-buru, masalah sengketa, hingga komplain,” paparnya.
Selama bekerja sebagai pamong warga, Rasikin mengaku juga kurang berkumpul bersama keluarga. Akibatnya, ia beberapa kali mengajak anak dan istrinya berlibur sambil berkumpul di kantor kelurahan. “Jadi karena saya jarang pulang, ya anak dan istri saya yang datang ke kantor kelurahan. Malah kadang-kadang liburannya di RPRTA,” tuturnya.
Destinasi Wisata
Saat ini, dengan jabatan yang ia emban, Rasikin mengaku ingin menjadikan wilayah Pondok Kopi sebagai salah satu tempat destinasi wisata. Pasalnya, di wilayahnya yang dilintasi Kanal Banjir Timur (KBT) banyak lokasi strategis yang bisa dimanfaatkan. “Saya ingin jadikan Pondok Kopi menjadi destinasi wisata, baik kuliner, hingga air, karena banyak potensi disini,” tuturnya.
Untuk saat ini, Rasikin pun mengaku sudah mengajak warganya yang ada di lokasi untuk memanfaatkan lahan yang ada. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan urban farming disepanjang bantaran KBT. “Beberapa waktu lalu panen singkong, bayem, kangkung, dan sayuran lain yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, tepatnya 18 Agustus mendatang, sambung Rasikin, pihaknya juga akan menggelar festival KBT. Dimana dalam perayaan hari kemerdekaan itu, akan ada beberapa kegiatan dilokasi tersebut. “Yang sudah kami siapkan adalah menebar ikan mujair yang nanti akan dilombakan dan lomba panjat pinang,” pungkasnya. (ifand/ruh)