Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Wednesday, 11 December 2019

BNN Sesalkan Napi Masih Kendalikan Peredaran Narkoba

Jumat, 9 Agustus 2019 — 22:00 WIB
Petugas BNN saat menggerebek penyelundupan ganja. (Ifand)

Petugas BNN saat menggerebek penyelundupan ganja. (Ifand)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyesalkan tak ada langkah tegas dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (dirjen PAS) karena masih banyaknya napi yang menjadi pengendali. Pasalnya pengungkapan kasus 240 kilogram ganja, di halaman SD Kramatjati, Kamis (8/8/2019), yang kedua kalinya dilakukan oleh narapidana dari LP Cirebon.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, yang menyayangkan hal itu kembali terjadi. Pasalnya, napi yang ada didalam lapas Cirebon masih bebas mengendalikan pengiriman ratusan kilogram ganja tersebut.

“Kasus yang kemarin merupakan yang kedua, sebelumnya pada 30 Januari lalu kita ungkap 1,5 ton ganja. Itu masih pengendali yang sama, dan kembali terjadi,” katanya, Jumat (9/8/2019).

Atas kejadian itu, jenderal bintang dua ini menilai tak ada keseriusan dari dirjen PAS untuk ikut memberantas narkotika. Pasalnya, hanya berselang beberapa bulan, pemesanan kembali dilakukan karena lemahnya pengawasan didalam lapas. “Masih sama pemesannya, narapidana dari lapas Cirebon. Harusnya kan si napi dapat pengawasan ketat,” ungkapnya.

Selama ini, kata Arman, baik BNN, Polri, TNI hingga Bea Cukai bertaruh nyawa untuk memberantas narkotika. Namun, di dalam jeruji besi, para pengendali masih dengan mudahnya mengorder ratusan kilogram ganja maupun sabu untuk di pasok ke Indonesia. “Apalagi kita tahu saat ini, hampir 90 persen narkoba yang masuk ke Indonesia semua dikendalikan napi dari dalam lapas,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 240 kilogram ganja berhasil ditemukan petugas BNN, dari dalam tabung las, dan tabung kompresor. Barang haram yang dikirim dari Aceh itu pun dikendalikan oleh seorang narapidana dari lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cirebon. Dalam peristiwa itu, petugas juga mengamankan enam orang pelaku yang merupakan kurir. (ifand/yp)