Tuesday, 19 November 2019

Piala AFF U-15 2019

Indonesia Juara Ketiga, Bima Bersyukur

Jumat, 9 Agustus 2019 — 19:28 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti saat  memberikan sebuah arahan. (ist/Media PSSI)

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti saat memberikan sebuah arahan. (ist/Media PSSI)

THAILAND – Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara ketiga di ajang Piala AFF U-15 2019. Sukses itu diraih anak-anak asuh Bima Sakti setelah mengalahkan Vietnam lewat adu penalti 3-2 pasca bermain imbang tanpa gol selama waktu normal, 80 menit, Jumat (9/8/2019).

“Alhamdulillah segala hasil yang kita dapatkan pada turnamen ini harus kita syukuri. Saya mengapresasi semangat anak-anak semua. Kita semua satu kesatuan, pemain, pelatih, para staf dan para suporter semua berandil dalam pencapaian tim di turnamen ini. Saya berterima kasih kepada semuanya,” kata Bima dalam keterangan tertulisnya, usai pertandingan.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada PSSI dan klub-klub Liga 1 yang membuat kami menemukan bakat-bakat ini lewat kompetisi Elite Pro Academy. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada para pihak yang mendukung dan membantu terbentuknya tim ini. Mulai dari sekolah-sekolah sepakbola, para pelatih masa kecil, hingga orang tua para pemain,”lanjutnya.

Setelah Piala AFF U-15 2019, Bima akan kembali menyiapkan anak-anak asuhnya untuk mengikuti turnamen di Myanmar. Selain tuan rumah Myanmar, Indonesia akan menghadapi tim Montenegro U-15 pada turnamen tersebut. “Tentunya itu akan jadi ajang yang bagus juga untuk anak-anak. Kita harus memanfaatkan sebaik mungkin turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi kualifikasi Piala Asia,” jelas Bima.

Sebelumnya, Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam lewat drama adu penalti 3-2 setelah bermain imbang tanpa gol selama 80 menit laga dalam perebutan juara ketiga Piala AFF U-15 2019. Tiga dari lima algojo yang dipersiapkan Bima dalam babak tos-tosan tersebut, berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Ketiganya adalah Ressa Aditya, Wahyu Agong, dan Athallah Araihan.

Sementara dua algojo lainnya, yakni Alfin Lestaluhu dan Marcell Januar Putra, gagal menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Keberadaan I Made Putra di bawah mistar gawang turut memberikan andil kesuksesan Indonesai dalam laga itu setelah mematahkan tendangan Nguyen Cong Son sebagai algojo terakhir Vietnam. “Saya hanya berusaha mempraktekkan apa yang diajarkan pelatih dan mengikuti insting saat membaca bola,” tuntas I Made Putra. (jun)