Friday, 06 December 2019

Laporan Sudah Dicabut, Kriss Hatta Masih Huni Rutan

Jumat, 9 Agustus 2019 — 12:16 WIB
Kriss Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

Kriss Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

JAKARTA – Anthony Hillenaar, pelapor Artis Kriss Hatta atas dugaan penganiayaan, telah mencabut laporannya di Polda Metro Jaya, Kamis (8/8/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya perlu mempelajari surat pencabutan pelaporan itu terlebih dahulu. Setelah dipelajari, pihaknya dapat menentukan langkah selanjutnya atas kasus tersebut.

“Jadi gini, dari korban atau pelapor dari kasus penganiayaan pak Kriss Hatta itu mengajukan pencabutan pelaporan ke Resmob. Resmob kan baru menerima surat, nanti akan dipelajari seperti apa,” ujar Argo di Jalan Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Ia pun menegaskan kalau Kriss Hatta masih mendekam di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut perihal pembebasan terhadap artis FTV tersebut. “Belum (dibebaskan) lah,” seru Argo.

(BACA: Berdamai dengan Kriss Hatta, Anthony Cabut Laporan)

Sebelumnya, Anthony mengajukan pencabutan laporan terhadap Kriss Hatta atas dugaan penganiayaan. Ia telah berdamai dengan pihak Kriss sehingga laporan yang pernah dilayangkannya pada April 2019 itu ia cabut.

“Kita sudah ketemu juga sama Kriss, sudah berjabat tangan, sehingga sudah menarik laporan polisi pada 6 April. Kita semua sudah mengikuti proses dan prosedur yang kita tulis sesuai pada perjanjian,” ujar Anthony ditemui di Polda Metro Jaya.

Diketahui, Kriss ditangkap di sebuah indekos temannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019) pagi. Saat ditangkap, Kris bersikap kooperatif. Usai dilakukan penangkapan, Kriss pun resmi ditahan selama 20 hari.

Penetapan tersangka terhadap Kriss Hatta merupakan buntut dari laporan Antony Hillenaar ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan tersebut teregister dengan nomor laporan LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 6 April 2019. (firda/mb)