Saturday, 14 December 2019

Teladan dari Pemuda Lintas Agama Sukabumi

Senin, 12 Agustus 2019 — 7:46 WIB

AKSI puluhan pemuda lintas agama di Kota Sukabumi, Jawa Barat, patut diacungi jempol. Menunjukkan potret kerukunan di bumi pertiwi ini tetap terjaga,  mereka memunguti sampah, terutama koran yang telah dijadikan alas untuk Salat Idul Adha 1440 Hijriah di area Lapangan Merdeka, Minggu (11/8/2019).

Sampah yang menumpuk di tengah maupun sudut-sudut Lapangan Merdeka dikumpulkan. Setelah itu, sampah-sampah  yang didominasi koran bekas tersebut lalu diberikan kepada pemulung.

Pembina Komisi Pemuda Remaja Gereja Kota Sukabumi, Ezra Theodores menegaskan, Idul Adha adalah momen mempererat persatuan, kesatuan dan persaudaraan.

Aksi sosial puluhan pemuda lintas agama ini bisa dicontoh semua lapisan masyarakat  di Indonesia. Kegiatan itu terlihat kecil, tetapi bermakna dan bertujuan besar untuk menangkis upaya goyangan terhadap kerukunan bangsa.

Indonesia lahir dari keberagaman. Perbedaan baik etnis, budaya, bahasa maupun agama adalah takdir. Dan takdir ini oleh   Pemuda-Pemudi Indonesia disatukan melalui Sumpah Pemuda dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Peristiwa sejarah Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928 lalu, adalah pengakuan dari Pemuda – Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Merujuk Indonesia tumbuh di atas beragam agama, etnis, bahasa, budaya, adat istiadat dan lainnya, para founding fathers (pendiri bangsa) lalu merumuskan konsep pluralisme yang dibingkai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Agar  keberagaman di Indonesia terawat rapih, tidak ada salahnya bila semua elemen masyarakat meneladani aksi-aksi seperti puluhan pemuda lintas agama di Kota Sukabumi, Jawa Barat.  Aksi itu bisa berupa bakti sosial  atau kegiatan lain yang menguatkan kerukunan. Misalnya menggelar festival budaya nusantara, menggelar silaturahmi tokoh  lintas agama dan kegiatan lainnya.

Keberagaman bagi  bangsa Indonesia memang  nyata dan tidak bisa ditolak, tapi perlu dirawat. Konsep hidup berdampingan secara damai harus terus dikedepankan.
Agar keberagaman tidak gampang dirongrong, tentu membutuhkan peran nyata bukan saja dari para stakeholder (pemangku jabatan), tetapi juga tokoh lintas agama, pemuda lintas agama,  dan tokoh masyarakat lainnya. Berikan pemahaman kepada rakyat perlunya hidup tanpa gontok-gontokan, tetapi harus berdampingan dalam wadah kerukunan.

Tunjukkan kepada dunia inilah Indonesia. Kerukunan dan keberagaman di tanah air tercinta ini sampai kapan pun tetap tumbuh subur. @*