Thursday, 21 November 2019

‘Bumi Manusia’ Wujudkan Mimpi Ine Febriyanti

Selasa, 13 Agustus 2019 — 14:03 WIB
Ine Febriyanti perankan Nyi Ontosoroh di film "Bumi Manusia". (Ig @inefebriyanti)

Ine Febriyanti perankan Nyi Ontosoroh di film "Bumi Manusia". (Ig @inefebriyanti)

JAKARTA –  Berbeda dengan novelnya yang menampilkan narasi Minke, film “Bumi Manusia”  yang digarap sutradara Hanung Bramantayio, menonjolkan peran Nyi Ontisoroh yang dimainkan dengan gemilang oleh aktris Sha Ine Febriyanti.

“Ya,  ini memang film tentang Nyi Ontosoroh, ” kata Hanung kepada Pos Kota usai premiere di bioskop Epicentrum XXI Kuningan Jakarta semalam.

Setelah menampilkan “Kartini” ( 2017) yang juga menonjolkan  sosok wanita, lewat “Bumi Manusia” Hanung juga menampilkan  peran dominan wanita di era kolonial. Di Zaman Hindia Belanda.

Sha Ine Febriyanti (43) menganggap peran Ontosoroh sebagai “mimpi yang jadi nyata”. “Aku baca novelnya sejak umur 19 dan langsung memimpikan peran Nyi Ontosoroh. Padahal di usiaku, sosok yang paling dekat adalah Annelies, putrinya. Tapi, aku malah suka sama Nyi Ontosoroh, ” ungkapnya.

Tak heran, melalui 24 tahun penantiannya,  dia mengeluarkan totalitas kemampuannya dalam mengolah peran impiannya tersebut. Ibu tiga anak ini meninggalkan sosok Ine dan berubah menjadi Nyai, perempuan pribumi yang diperistri oleh pengusaha perkebunan totok Belanda, Herman Mallema .

“Nyai Ontosoroh karakter luar biasa. Peran ini diinginkan semua aktris di Indonesia. Semua pengin jadi dia. Dan aku yang terpilih. Alhamdulillah. Makanya aku sungguh sungguh memerankan, ” katanya.

Nyi Ontosoroh adalah wanita pribumi pertama yang berani dan gigih melawan pengadilan Belanda yang diskriminatif pada kaum pribumi. Hukum kolonial.

“Kita akan melawan Nyo, kita akan melawan sebisa bisanya, ” kata Nyai pada Minke. “Meskipun kita kalah kita sudah melakukan hal yang sebaik baiknya, ” kata wanita tangguh itu.

Totalitas yang dimainkan membuat Sha Ine Febrianti dan rekan rekannya yang menjadi lawan main, larut dalam sosok yang diperankan masing masing. “Selama syuting, teman-teman nggak ada yang akting, itu real.  Aku emosi banget,” kata istri sineas Judhi Datau ini.

Selain dikenal sebagai pemain film, Sha Ine Febrianti 10 kali pentas teater yang sebagaiannya pemeran utama. Terakhir memerankan Tjoet Nya Dhien di panggung.

Dalam adegan menampar anaknya Robert,  yang bersikap kurang ajar di depannya, Ine mengaku sudah memberikan tamparan keras.  Namun justru dari aktor pemeran Robert,  Giorgino Abraham, mengatakan kurang keras. Adegan itu pun diulang sampai 30 kali.

“Akhirnya aku kasih tamparan paling keras, ” katanya dengan senyum. (dms/mb)