Thursday, 21 November 2019

Donny Damara: Setengah Mati Berjuang Jadi Bupati

Selasa, 13 Agustus 2019 — 11:50 WIB
Donny Damara. (dms)

Donny Damara. (dms)

JAKARTA – Nyaris tak ada yang mengenali wajah dan sosok aktor Donny Damara dalam film “Bumi Manusia” jika saja credit tittle tidak menampilkan namanya. Dia berubah total dan larut dalam peran sebagai sosok Bupati Jawa, ayah dari Minke (Iqbal Ramadhan)  yang berkumis tebal dengan aksen Jawa Ningrat era kolonial di penghujung abad 19.

Dalam premier film “Bumi Manusia” yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer,  semalam,  di bioskop Epicentrum XXI Kuningan, Donny tertawa tawa menikmati orang orang yang pangling. “Ooh…Itu kamu,  ya! Wah, bikin pangling,” kata rekan rekan dan para wartawan.

Dalam film arahan sutradara Hanung Bramantyo, Donny satu satunya aktor yang terbebas dari keharusan dialog dalam bahasa Belanda – tapi bebannya tak kalah ringan dibanding aktor lain.

“Setengah mati belajar ngomong bahasa Jawa gaya Bupati zaman dulu, ” katanya kepada ‘Pos Kota’ yang menyalaminya, semalam. “Saya ngerti omongan orang Jawa. Tapi dialek ningrat kraton Jawa Timuran itu… aduuh susah banget,” keluhnya.

Donny damara 2

Donny Damara saat memainkan perannya sebagai Bupati di film “Bumi Manusia”. (ist)

Dia mengungkapkan didampingi pelatih khusus untuk menampilkan aksen yang pas. “Reading-nya saja tiga bulan!” ungkapnya.

Donny Damara, model dan bintang remaja era 1990-an memiliki latar belakang Sunda dan besar di ibukota. Aktor 52 tahun ini, mengaku cukup dekat dengan buku-buku Pramoedya, jauh sebelum terlibat sebagai pendukung filmnya. “Sejak lama,  saya udah baca sejak duduk di bangku kuliah Semester 3, ” ungkapnya.

“Masa itu bacanya ngumpet-ngumpet. Saat itu ‘kan dilarang, amat sangat dilarang,”  kenang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini.

Buku-buku Pram saat itu beredar dalam bentuk buku, fotokopian, dan stensil. Meski terbilang langka dan terlarang, Donny Damara bangga dapat membaca buku karya Pram saat itu. “Pada zaman Soeharto semua dilarang. Sangat bangga sekali bisa baca dia dan benar ya pemikiran dia nggak bisa dibilang bahwa dia orang kiri atau komunis,” kata Donny.

Populer sebagai bintang remaja bersama Ira Wibowo dalam film “Cinta Anak Zaman” (1988), berpasangan dengan  Sophia Latjuba  di film “Ketika Cinta Telah Berlalu” (1989) dan Paramita Rusadi serta Ayu Azhari (“Dua Kekasih, 1990),   seiring bertambahnya usia Donny Damara matang sebagai aktor.

Dia memperoleh penghargaan di berbagai festival di Indonesia dan Asia untuk perannya sebagai waria, yang dicari putri remajanya dalam film  “Lovely Man” (2012). (dms/mb)