Thursday, 21 November 2019

Indahnya Toleransi: Saat Umat Islam Sholat Ied, Kelompok Buddhis Ini Mengatur Jalanan

Selasa, 13 Agustus 2019 — 8:19 WIB
Umat Islam sholat Idul Adha sednag kelompok Buddhis menjaga jalan dekat mesjid di Singapura itu. (strait times)

Umat Islam sholat Idul Adha sednag kelompok Buddhis menjaga jalan dekat mesjid di Singapura itu. (strait times)

SINGAPURA – Baru-baru ini, sebuah pertunjukan solidaritas ahtar agama dn ras terlihat indah di Eunos, Singapura. Shinnyo-en, sebuah organisasi Buddhis mengajukan diri untuk melayani sebagai penjaga jalan selama sholat Idul Adha.

Mengutip Strait Times, World of Buzz menyebutkan peringatan pengorbanan nabi Ibrahim dan Ismail dalam ajaran Islam memang tak ada kaitannya dengan agama Buddha. Tapi bukan bearti penganutnya tak bisa menunjukkan rasa hormat dan solidaritas. Kelompok Buddha ini membantu mengatur penutupan jalan untuk memberi kesempatan umat Islam sholat di sekitar Masjid Abdul Razak.

Syed Salleh, sekretaris Masjid, mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah pengunjung ke masjid selama sholat Idul Fitri setiap tahun. Itu makanya banyak jamaah yang akhirnya sholat sampau keluar mesjid.

“Banyak jemaat yang datang ke Masjid Abdul Razak dari tahun ke tahun, dan beberapa dari mereka tidak bisa memasuki masjid,” katanya.

Oleh karena itu, Masjid mengajukan permohonan penutupan sebagian jalan tahun ini dan mempresentasikan masalah ini dalam pertemuan dewan lokal di Eunos. Saat itulah kelompok Budha Shinnyo-en secara sukarela menyampaikan kesiapannya mengatur pemblokiran jalan selama ‘Idul Adha.

Selama bulan puasa sampai Lebaran tahun lalu, relawan mesjid melakukan hal serupa. Hanya saja, kareena mereka muslim semua maka saat sholat tak ada yang melakukan pengaturan di jalan. Hal berbedxa terjadi saat Idul Adha tahun ini.

Ms Tan Pia Tiang, manajer Shinnyo-en mengatakan hal itu membuat mereka senang karena bisa membantu. Kami mengerti bagaimana hal ini penting bagi teman-teman Muslim kami dan ingin menjadi sukarelawan sehingga mereka tidak harus melupakannya,” ucapnya.

Ini bukan tindakan solidaritas pertama yang terjadi secara lokal di daerah itu karena sebelumnya kelompok Buddhis bekerja sama dengan pemuda dari Masjid Darul Aman yang berdekatan untuk membagikan bubur vegetarian di stasiun MRT Eunos dan pertukaran bus.

Ketua dewan lokal daerah tersebut, Fazlur Rahman, memuji tindakan-tindakan itu dan menyambut kegiatan antaragama lebih lanjut di masa depan. “Melayani gerakan kecil, tapi itu sangat penting dan menyentuh hati orang lain,” katanya. (yp)