Tuesday, 22 October 2019

Presiden Jokowi : Keikutsertaan di Dubai Expo 2020 Untuk Bangun Persepsi Indonesia

Selasa, 13 Agustus 2019 — 19:36 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Pameran Dubai Expo 2020. (ist)

Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Pameran Dubai Expo 2020. (ist)

JAKARTA – Presiden Jokowi menegaskan Pameran Dubai Expo 2020 untuk membangun persepsi Indonesia, meskipun biayanya cukup besar untuk mengikutinya.

“Ini merupakan even ketiga terbesar setelah Piala Dunia dan Olimpiade, dan akan diikuti oleh 190 negara,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas persiapan Indonesia dalam mengikuti Expo 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

“Saya minta agar semua pameran ekspo di luar negeri ini untuk marketing perdagangan, investasi, dan pariwisata betul-betul terintegrasi dan terkonsolidasi di mana antara pemerintah dan swasta bisa beriringan,” tuturnya.

Presiden mengatakan kita harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, baik dalam rangka urusan perdagangan, urusan pariwisata, dan investasi di internasional khususnya pasar di Timur Tengah.

“Kita ingin membangun sebuah persepsi. Jangan sampai kita jalan sendiri-sendiri sehingga kalau ini setiap kementerian berjalan sendiri-sendiri jadinya ya kalau pameran hanya 1 atau 2 stan,” tandas Presiden.

Untuk diketahui, World Expo yang secara historis telah digelar sejak 1851 tersebut akan menampilkan penemuan dan inovasi baru yang membawa pembaruan dan perubahan bagi dunia. Pameran tersebut juga sering dijadikan sebagai ajang promosi hingga pertukaran budaya serta memperkenalkan keunggulan suatu negara.

Terkait anggaran, Jokowi menandaskan dirinya menyebut bahwa dirinya menemukan pos anggaran tersebut di 18 kementerian yang belum termasuk pos anggaran di BUMN-BUMN.

“Anggarannya tersebar. Kalau dikumpulkan (bisa) besar, tapi kelihatan kecil-kecil karena di 18 kementerian,” ucapnya.

Menurutnya, pemanfaatan anggaran yang tersebar tersebut akan dapat lebih optimal bila dilakukan secara terpusat dan terintegrasi antara satu kementerian dengan kementerian lainnya.(johara/tri)