Thursday, 14 November 2019

Polisi Amankan Paving Block dengan Bercak Darah

Sebelum Dibunuh, Rustadi Diduga Melakukan Perlawanan

Selasa, 13 Agustus 2019 — 14:46 WIB
Jasad Rustadi dievakuasi dari lokasi pembunuhan. (ist)

Jasad Rustadi dievakuasi dari lokasi pembunuhan. (ist)

SERANG – Rustadi (38) bersama Siti Saadiah (27) serta anak semata wayang mereka Alwi (4), ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019) pagi.

Keluarga kuli bangunan ini menjadi korban kebrutalan orang tak dikenal. Rustadi tewas dengan kondisi dipenuhi luka senjata tajam di tubuhnya, sedangkan penyebab kematian sang anak belum diketahui. Siti Saadiah yang ditemukan warga masih bernafas dan segera dilarikan ke rumah sakit, saat ini dalam kondisi kritis dengan luka senjata tajam di tangan dan leher.

(BACA: Rustadi Ditusuk di Leher dan Kepala, Anak Diduga Dibanting Hingga Tewas)

Belum diketahui siapa pelaku ataupun motif dibalik peristiwa keji ini. Salah satu barang bukti yang diamankan polisi adalah paving block yang terdapat bercak darah. Dugaan sementara, selain menggunakan benda tajam untuk melukai korban, pelaku juga menggunakan benda tumpul tersebut untuk menganiaya korban.

“Saat ini korban Siti masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Panggung Rawi, Cilegon,” kata Suhel, warga Waringinkurung.

Ali Mustofa (35), kerabat korban mengatakan, peristiwa pembunuhan pertama kali diketahui oleh Asgari, rekan korban seprofesi yang berniat akan mengambil perkakas kerja di rumah korban. Mencium bau amis yang menyengat darah dari dalam rumah, Asgari pun masuk rumah sambil memanggil korban. Saat di dalam, Asgari panik dan berteriak meminta bantuan warga melihat rekan kerjanya bersimbah darah.

(BACA: Istri Tergeletak di kasur, Suami dan Anak Terkapar di Lantai)

“Rustadi itu mengalami tiga tusukan ya, di kepalanya dua, satu lagi di leher. Kalau Alwi ngga ada lukanya, kayaknya sih dibanting ya. Kalau istrinya satu tusukan di punggung sama ada luka juga di lehernya,” terangnya.

Diduga, sempat terjadi perlawanan dari korban sebelum akhirnya tewas dengan cara yang mengenaskan. Hal itu disinyalir dari adanya temuan ceceran bercak darah di permukaan jalan paving block di samping rumah korban. (haryono/mb)