Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Thursday, 05 December 2019

Jelang Hari Kemerdekaan, Jokowi Umumkan Ibukota Negara yang Baru

Rabu, 14 Agustus 2019 — 21:36 WIB
Prsiden Jokowi dan masyarakat.(dok)

Prsiden Jokowi dan masyarakat.(dok)

JAKARTA – Presiden Jokowi akan memgumumkan rencana pemindahan Ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan, pada saat pidato kenegaraan di hadapan sidang tahunan MPR, 16 Agustus 2019, atau sehari menjelang HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Jokowi akan segera mengumumkan, apabila pihak Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)  yang selama ini mengadakan kajian telah menyatakan beres semua. Untuk saat ini di Bappenas masih ada sediki yang belum tuntas.

“Ada satu-dua hal yang belum selesai. Kalau itu sudah bisa ditangani Bappenas  akan saya sampaikan dalam pidato kenegaraan,” kata Jokowi pada acara  temu pimpinan redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019)

Jokowi juga menyatakan bahwa rencana menyampaikan informasi tentang pemindahan ibu kota juga bergantung pada kesiapan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. “Kita tunggu saja hari-hari ini Bappenas menangani hal itu,” katanya.

Menurut Presiden, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah hal agar pemindahan ibu kota itu berjalan lancar. Salah satunya terkait penyediaan anggaran. “Untuk pemindahan dan pembangunan ibu kota baru itu dana yang dibutuhkan mencapai Rp 466 triliun,” kata Jokowi.

Untuk dana sebesar itu, menurutnya,  akan dicarikan dari sumber lain, bukan APBN. “Mungkin kalau APBN hanya sekitar 30 persen,” kat Jokowi. (*/win)