Tuesday, 12 November 2019

Berkas Perkara ‘Vlog Ikan Asin’ Telah Dilimpahkan ke Kejati DKI

Selasa, 20 Agustus 2019 — 12:23 WIB
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, telah melimpahkan berkas kasus ‘Vlog ikan asin’ tahap pertama, dugaan pencemaran nama baik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, pelimpahan berkas pertama itu dilakukan pada Agustus 2019 ini. Namun ia tidak menyebut tanggal pasti berkas tersebut dilimpahkan.

“Untuk berkas (kasus ‘vlog ikan asin’) sudah kita kirim ke JPU, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI,” ujar Iwan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Namun berkas perkara tersebut masih dipelajari dan dievaluasi oleh pihak Kejaksaan. Hingga kini, pihaknya belum menerima balasan dari Kejaksaan perihal berkas perkara tersebut.

“Belum (ada balasan dari Kejati DKI),” pungkasnya.

Diketahui, Fairuz A. Rafiq dan tim kuasa hukumnya melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya perihal pernyataan Galih di akun youtube Rey Utami dan Pablo Benua, pada Senin (1/7/2019). Dalam konten youtube tersebut, Galih menyebut organ intim Fairuz bau ikan asin.

Adapun laporan itu tertuang dengan nomor laporan polisi LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pasal yang dilaporkan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE.

Buntut dari laporan itu, tiga terlapor, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ‘vlog ikan asin’ itu. Ketiganya pun kini tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)