Monday, 14 October 2019

Walikota: Depok Dominan Pilih ke DKI Jakarta Dibanding Propinsi Bogor Raya

Selasa, 20 Agustus 2019 — 20:44 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris.  (anton)

Wali Kota Depok Muhammad Idris. (anton)

DEPOK  – Terkait keinginan untuk membentuk Provinsi Bogor Raya yang melibatkan Kabupaten Bogor, Sukabumi, Depok dan Bekasi, Wali Kota Depok Muhamad Idris mengatakan, kalau diminta memilih, pihaknya lebih memilih bergabung ke DKI Jakarta.

“Saya tidak mengerti bahasa Sunda, jadi jika anda tanya dari sisi bahasa jelas saya pasti milih bahasa Jakarta, termasuk jika disuruh memilih bergabung ke Propinsi Bogor Raya atau Propinsi Jakarta tentunya memilih bergabung ke DKI Jakarta,” kata Wali Kota Muhammad usai  memberikan penyuluhan kepada pelajar SMA/SMK dalam partisipasi Pemilu  di Wisma Hijau, Cimanggis,  Selasa (20/8/2019)..

“Iya kalau saya melihat dari sisi mana. Kalau anda bertanya sisi bahasa, saya lebih milih bahasa Jakarta. Karena saya tidak mengerti bahasa Sunda. Misalnya dari sisi budaya sebenarnya budaya ini kan tidak dibatasi dengan kewilayahan geografis. Budaya ini bisa persamaan bahasa maupun persamaan adat istiadat,” ujar Walikota.

“DKI Jakarta lebih banyak kesamaan dengan Depok dari sisi sejarah budaya,”  ujarnya yang menambahkan dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta.

Jadi, lanjut Walikot, Depok rumpun Melayu Betawi, sebagaimana Pontianak itu Melayu Pontianak. “Dari sisi kedekatan kebudayaan dan bahasa cenderung mirip dan lebih dekat dengan Jakarta walaupun Depok juga berbahasa Sunda tapi mayoritas kedekatannya memang bisa satu rumpun, ini budaya,” tandasnya.

Tidak itu saja,  kata dia,  kerja sama antar Kota Depok dan DKI Jakarta juga sudah ada seperti pembentukan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) se-Jabodetabek untuk mengatasi kepentingan wilayah otonomi diantaranya masalah sanitasi air bersih, udara dan sampah serta itu serius dilakukan.

Menurut dia, aspek mobilitas penduduk Kota Depok sendiri banyak yang bekerja di Jakarta. Separuh lebih warga Depok beraktivitas hilir-mudik ke Jakarta. “Sekitar 90 persen warga Depok ke Jakarta selebihnya ke Bogor,  Bekasi dan Tangerang,” ujarnya.

Terkait wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya tentunya perlu intervensi pemerintah pusat karena persoalan pindah propinsi bukan hal yang mudah.

“Kalau sisi kewilayahan asal-muasal ya Jawa Barat, tidak bisa kit dipisahkan dari Jawa Barat. Apalagi kota bergabung dengan provinsi lain, ini harus intervensi pemerintah kota serius bicarakan dan tidak mudah, ” tuturnya sembari mengambil contoh Bogor Barat yang sampai sekarang tidak selesai padahal itu kebutuhan. (anton/win)