Monday, 14 October 2019

Terus Diomeli Calon Mertua Cuma Dijawab Dengan ‘Karya’ (II)

Kamis, 22 Agustus 2019 — 16:16 WIB
NID-22-08

Tadi pagi, pukul 07:07 teng, kan sudah baca ulah Pak Guru Sur di sini ya Terus Diomeli Calon Mertua Cuma Dijawab Dengan Karya.

Lanjutannya lebih horor eh honor! Nah, dibaca di bawah ini ya…

Seorang saksi mata itu segera melapor kepada orangtua, untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan. Karena laporan itu pula, orangtua si remaja segera menegur Suryamin, untuk jangan memacari anaknya.

“Kamu kan sudah punya istri, kenapa ganggu anak saya?” omel ortu si bocah.

Tapi Suryamin tak peduli, dia terus memacari muridnya itu. Untuk kedua kalinya ortu si siswa menegur, tapi lagi-lagi Pak Guru honorer itu tak peduli.

Bahkan dia punya semboyan, “Dikritik takkan tumbang, disanjung takkan terbang!” Prinsip Suryamin hanya satu, selagi anaknya mau buat apa ngurusi orangtuanya?

Tapi lama-lama jengkel juga Suryamin, wong hanya pacaran saja kok dilarang. Akhirnya, di kelas yang sama, ketika murid sudah pada pulang, dia benar-benar menggauli muridnya itu bak istri sendiri.

Asal ada waktu, artinya kondisinya sangat memungkinkan, kembali si murid digauli. Semboyan Suryamin, “Setiap nyinyiran calon mertua akan kujawab dengan karya!”

Apa karyanya? Ya kencan di kelas itu tadi. Sebab ketika kembali orangtua hendak mengomeli Suryamin, Pak Guru honorer itu sudah kabur, karena telah membuktikan karya nyatanya.

Jika si murid sampai hamil, itu baru maha karya. (gunarso ts)