Tuesday, 12 November 2019

Kendaraan Presiden & Menteri Mobil Butut “Warisan” Era SBY

Jumat, 23 Agustus 2019 — 7:37 WIB
mogok-mobil-jokowi

SELAMA 5 tahun Kabinet Kerja I bekerja, baik presiden maupun menterinya semua menggunakan mobil “warisan” era SBY, sejak 2009. Berarti hingga periode I pemerintahan Jokowi-JK selesai, mobil itu sudah berusia 10 tahun. Pantesan sering mogok. Ironisnya, ketika Kabinet Kerja II hendak pakai mobil baru, banyak yang protes.

Jaman pemerintahan Orde Baru, setiap Kabinet Pembangunan terbentuk, presiden dan menterinya selalu menggunakan mobil baru. Presiden Mercedes Benz, para menteri Volvo biru. Selesai menjabat, mobil bisa dibeli si mantan menteri dengan harga ringan (dum).

Era reformasi sampai pemerintahan Megawati, masih menggunakan Volvo lama, peninggalan era Soeharto. Selesai menjabat, mantan menteri boleh membeli mobil itu dengan harga ringan. Kala itu mantan Mendiknas Malik Fajar, meski hanya berharga Rp 75 juta, ogah nge-dum mobil Volvo tua tersebut.

Baru pemerintahan SBY-JK Presiden-Wapres, para menteri dan pimpinan lembaga setingkat menteri menikmati mobil dinas baru. Tapi bukan lagi Volvo, melainkan Toyota Camry harga Rp425 jutaan. Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, kendaraan para menteri naik kelas berganti pakai Toyota Crown Saloon G.

Sekneg waktu itu sudah menawarkan kendaraan baru untuk presiden dan para menterinya, tapi Jokowi menolak. Bahkan maunya, presiden dan para menteri pakai Toyota Kijang Inova saja. Tapi akhirnya, para petinggi negara itu cukup pakai mobil bekas “warisan” pemerintahan SBY.

Untuk ukuran pejabat tinggi negara, mobil sampai usia 10 tahun, itu sudah termasuk butut. Maka melalui APBN dianggarkan Rp 152 miliar untuk pembelian kendaraan presiden dan menteri periode 2019-2024, siapapun yang menjabat. Dan setelah dilelang PT Astra berhasil memenangkan tender seharga Rp 147 miliar.

Ternyata, banyak pihak yang protes, katanya itu pemborosan uang negara, pakai kendaraan yang lama tidak apa, toh negara sedang elit (ekonomi sulit). Sebagai penerus cita-cita Soekarno, Presiden Jokowi tentu paham akan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Asal tahu saja, mobil kepresidenan warisan SBY itu sudah sering mogok dipakai Jokowi, begitu juga yang dikendarai menteri-menterinya. Apa tidak memalukan? Jika tak boleh menikmati mobil dinas baru, sekalian saja pakai taksi online dari presiden sampai menteri-menterinya. (gunarso ts)