Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Friday, 06 December 2019

Ma’ruf Amin: Perlu Pendekatan Budaya dalam Mengatasi Masalah Papua

Selasa, 3 September 2019 — 20:01 WIB
Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin di Komplek Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten

Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin di Komplek Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten

SERANG – Puluhan Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia bersama Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin berkumpul di Komplek Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (3/9/2019). Dalam pertemuan itu dibahas situasi kebangsaan terkini.

KH Ma’ruf Amin mengatakan persoalan kebangsaan harus diselesaikan melalui pendekatan budaya, termasuk persoalan yang melanda di Papua. Ia meminta para pengurus PBNU untuk merumuskan langkah-langkah terkait persoalan kebangsaan di Papua.

“Kami sudah berbincang supaya penyelesaian Papua itu tidak hanya dilakukan pendekatan keamanan dan penertiban tapi juga perbaikan pendekatan budaya,” ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.

“Gus Dur juga kan mendekati Papua dengan mengubah nama dari Irian Jaya menjadi Papua. Oleh karena itu orang Papua kepada Gus Dur khususnya dan NU sangat simpati menghargai. Apa yang dilakukan Gus Dur harus dilakukan PBNU yaitu pendekatan budaya. Langkahnya nanti PBNU Mustasyar mengarahkan saja kan saya bukan rais aam lagi,” terangnya.

Ia berharap Papua lebih baik. Bisa menyatu dengan seluruh Rakyat Indonesia. Di dalam menyikapi masalah tidak berlebihan proporsional saja kemudian menjaga situasi tetap kondusif.

“Karena kita Indonesia. Kita Jawa, kita Papua kita Sumatera, kita Sulawesi ini kan kita semua. Indonesia adalah berkita-kita. Jadi kita harus tetap utuh jangan ada kita yang terpinggirkan termarjinalisasi tidak boleh kita juga bersikap tidak bersahabat karena kita ingin bangun persaudaraan ini dengan utuh,” ujarnya.

Sejumlah Kiai sepuh yang hadir, di antaranya, Rois Amm PBNU, KH Miftahul Achyar, KH Mustofa Bisri, Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Rembang, KH Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tgh Turmudzi dari Nusa Tenggara Barat, Ketua GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas, Gus Syauqi Ma’ruf Amin, dan para pimpinan PBNU lainnya, seperti Juri Ardiantoro dan lain-lain. (haryono/yp)