Monday, 16 December 2019

33 Perusahaan Hengkang dari Tiongkok, Jokowi: Tak Satu pun yang Pilih Indonesia

Rabu, 4 September 2019 — 20:37 WIB
Presiden Jokowi saat 
saat memimpin rapat terbatas yang membahas antisipasi dampak ekonomi global, di Kantor Presiden, Jakarta

Presiden Jokowi saat saat memimpin rapat terbatas yang membahas antisipasi dampak ekonomi global, di Kantor Presiden, Jakarta

JAKARTA  – Presiden Jokowi menyoroti 33 perusahaan mancanegara yang hengkang dari Tiongkok, dan mereka memindahkan kegiatan usahanya di Vietnam, dan 10 perusahaan lainnya di Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

“Tidak ada satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut yang memilih untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas antisipasi dampak ekonomi global, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/8/2019).

Sebab itu, Jokowi meminta kementerian terkait  segera menginventarisasi segala regulasi mengenai ekonomi dan investasi yang dirasa menghambat gerak pemerintah dalam upaya meningkatkan laju ekonomi nasional.

“Saya minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisasi regulasi-regulasi yang menghambat investasi,” tutur Jokowi.

Presiden menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global yang saat ini tengah melambat menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi resesi yang semakin besar.

“Indonesia harus segera merespons kekhawatiran tersebut dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi atau menghindari dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global tersebut,” terang Jokowi.

Menurut dia, langkah antisipatif diharapkan sudah benar-benar secara konkret kita siapkan dan kita berharap perlambatan pertumbuhan ekonomi, kemudian dampak dari resesi yang semakin besar ini, bisa kita hindari.

Presiden menegaskan langkah tercepat yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut ialah dengan meningkatkan investasi yang masuk.

“Inventarisasi regulasi yang dirasa menghambat merupakan langkah awal untuk membenahi sistem perizinan dan investasi di Indonesia,” tutur kepala negara. (johara/win)