Sunday, 15 December 2019

Entaskan Pengangguran, BDI Gencarkan Program 3 in 1

Jumat, 6 September 2019 — 22:45 WIB
Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan garmen di Balai Diklat Industri, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (ifand)

Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan garmen di Balai Diklat Industri, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (ifand)

JAKARTA – Sebanyak 300 warga menyelesaikan pelatihan di Balai Diklat Industri (BDI) Kementerian Perindustrian, di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019). Usai diberi ilmu dan keterampilan, mereka nantinya akan langsung ditempatkan di beberapa perusahaan yang sudah siap menampung.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kementrian Perindustrian, Joni Afrizon mengatakan, pelatihan dilakukan untuk mengurangi angka pengganguran di Indonesia. Peserta yang ada mengikuti berbagai keterampilan sesuai dengan kualifikasi dari perusahaan. Melalui program 3 in 1 peserta mendapatkan pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja.

“Program 3 in 1 ini disiapkan agar para lulus dengan kualifikasi sesuai permintaan perusahaan bertaraf nasional dan Internasional,” katanya, Jumat (6/9/2019).

Joni menuturkan, ke-300 peserta yang dinyatakan menyelesaikan pelatihan merupakan target yang harus didapat. Pasalnya, tahun ini dari Badan Pengembangan SDM Industri menghasilkan 72 ribu peserta yang mengikuti program  3 in 1 yang tersebar di tujuh BDI.

“Khusus untuk BDI Jakarta kami diprogramkan sebanyak 10.300 peserta dan ini angkatan ke 24,” ujarnya.

Pada 2019, Joni mengklaim sudah 94 persen peserta tersalurkan ke berbagai perusahaan di Tanah Air. Penempatan itu, karena sebelum pelatihan, pihaknya sudah diminta oleh industri untuk memenuhi kualifikasi kerja.

“Hari ini 300 orang, mereka sudah mendapatkan kualifikasi dari industri langsung tersalurkan dari BDI ke perusahaan,” tambahnya.

Pada tahun berikutnya, sambung Joni, program pengentasan pengangguran itu menargetkan 100 ribu peserta dari berbagai daerah. Terlebih ratusan perusahaan sudah menanti tenaga kerja yang bersertifikasi dan berkompeten untuk diajak kerjasama.

“Perusahaan yang sudah bekerja sama dengan BDI Jakarta saja ada 99 perusahaan. Spesialisasi dengan BDI masing-masing kalau ini spesialisasi garment,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian, Eko Cahyanto menambahkan, di BDI Jakarta hingga saat ini sudah melaksanakan diklat operator mesin industri garmen. Dan hingga pertengahan tahun ini sebanyak 8012 peserta yang telah dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat.

“Dari seluruh peserta yang lulus, 40 orang di antaranya merupakan peserta disabilitas,” ujarmya.

Eko menambahkan, di BDI Jakarta sendiri, ada berbagai macam pelatihan yang disiapkan untuk mencetak pekerja handal. Seperti operator tekstil, diklat membatik, diklat bidang quality control TPT, diklat tingkat supervisi TPT, dan diklat bidang mekanik garmen.

“Selain itu, BDI Jakarta juga telah melaksanakan diklat operator mesin produksi otomotif berbahan logam yang dilaksanakan pada bulan April 2019, bekerja sama dengan FTUI dan PT Musashi,” pungkasnya. (ifand/ys)