Monday, 21 October 2019

PIL Tersinggung Kena Tegur Guru Ngaji Disiram Air Keras

Jumat, 6 September 2019 — 7:07 WIB
NID-06-9

JIKA suami guru ngaji, mestinya sang istri, muslimah yang to’at. Tapi Ny. Munaroh, 26, beda 180 drajat. Meski suaminya, Nurhuda, 29, guru ngaji, dia tak malu punya PIL. Sekali waktu kepergok. Tapi ditegur Nurhuda, PIL Munaroh malah tersinggung. Lain hari guru ngaji itu disiram air keras hingga wasalam.

Bila suami guru ngaji, istri biasanya wanita yang to’at menjalankan agamanya. Tapi kadang ada yang berkebalikan. Dalam masyarakat banyak kenyataan seperti ini. Ayahnya ustadz, tapi anaknya di rumah nakalnya minta ampun. Maklum, orangtua ke mana-mana mendidik masyarakat ke jalan Allah, tapi anak sendiri malah tidak keurus. Naudzubillah mindzalik!

Nurhuda warga Teluk Naga Tangerang, rupanya termasuk guru ngaji yang malang. Di majlis taklim dia menjadi pengajar tetap. Namun ironisnya, di kala suami mengajari anak-anak ngaji, eh di rumah Munaroh malah suka pergi bersama lelaki lain, yang sekarang sering disebut PIL.

Nuradi, 33, kekasih gelap Munaroh, memang tongkrongannya lebih menjanjikan, apa lagi “tangkringan”-nya. Tak diketahui jelas, apakah dia pernah nangkring bersama Munaroh, yang pasti tanpa sepengetahuan suami, dia suka pergi bersama PIL. Padahal dalam Islam, istri pergi harus pamit suami, dan di kala suami tak di rumah tak boleh menerima lelaki lain.

Meski hubungan Munaroh-Nuradi sembunyi-sembunyi, belum lama ini kepergok oleh Nurhuda. Jika mengikuti emosi atau setan, guru ngaji ini ingin bikin perhitungan dengan Nuradi. Tapi sadar akan kedudukannya, PIL istrinya itu hanya ditegur, jangan mengganggu bini orang. Itu zina namanya.

Rupanya Nuradi ini lelaki kelotokan di kelasnya.Ditegur baik-baik bukanya sadar dan minta maaf, tapi malah sakit hati. Kan ada doktor dari Yogyakarta yang bilang lewat disertasinya, hubungan intim di luar perkawinan dibolehkan (seks nonmarital). Maka teguran Nurhuda menjadikan dia dendam. “Sikat saja Bleh….,” kata setan siap jadi sponsor, tapi dalam bentuk semangat saja, bukan dalam bentuk uang.

Dengan mengajak temannya, diam-diam Nuradi hendak mencelakakan Nurhuda. Dan kejadian tragis itu benar-benar dialami guru ngaji ini beberapa hari lalu. Sepulang mengajar malam hari, dia dicegat dua orang lelaki. Tanpa ba bi bu, Nuradi disiram cairan, byurrr! Jika sekedar air, paling hanya basah kuyup. Tapi itu air keras, sehingga Nurhuda dilarikan ke RSU Tangerang dalam kondisi luka parah. “Yang nyiram Nuradi,” kata guru ngaji itu.

Demikian luka parah di sekujur tubuhnya, Nurhuda hanya bertahan beberapa hari, dan akhirnya pergi untuk selamanya. Sesuai keterangan almarhum, polisi terus mengejar Nuradi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bila tertangkap, ancaman hukuman mati bisa ditimpakan pada lelaki koplak ini.

Keterlaluan istrinya, melupakan iman demi “si imin”. (gunarso ts)