Friday, 18 October 2019

Normalisasi Kali Ciliwung Segera Dilanjutkan

Sabtu, 7 September 2019 — 21:42 WIB
Kadis Sumber Daya Air, Juaini.  (wandi)

Kadis Sumber Daya Air, Juaini. (wandi)

JAKARTA – Warga yang bermukin di bantaran Kali Ciliwung bisa lega dan pindah ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pengadegan tak lama lagi. Pasalnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tahun ini akan melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung, termasuk pembebasan lahan milik warga.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini usai bersilaturahmi dengan jajaran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung perlu dilakukan dengan tujuan mengantisipasi banjir Ibu Kota.

“Memang saat normalisasi sempat berhenti beberapa tahun belakangan. Namun, usai dibahas dalam rapat pimpinan, akan melanjutkan normalisasi, khususnya pembebasan lahan,” kata Juaini.

Ia menambahkan, proses pembebasan lahan, sekarang ini di Ciliwung dalam proses. Meski begitu masih menunggu Penlok (Penetapan Lokasi) dari Gubernur. Di sepanjang kali Ciliwung  ini ada empat kelurahan yang rencananya akan dibebaskan, dari empat kelurahan itu ada 118 bidang, sementara lagi menunggu proses, kalau itu sudah ditandatangani langsung kita bayarkan dan pembangunan segera dimulai.

“Selain kita memfokuskan  normalisasi Kali Ciliwung, kami juga telah melakukan pencegahan banjir lewat pengurasan waduk, sungai, Saluran Penghubung (PHB) hingga saluran mikro yang ada di permukiman warga,” imbuhnya.

Pihaknya menjelang musim hujan, sudah menginstruksikan seluruh jajaran Sumber Daya Air, kalau di Dinas (SDA) ya menguras waduk-waduk dan sungai-sungai yang sekarang ini kelihatan kering. Sebab kondisi ini  lebih mudah melalukan menguras lumpur-lumpur yang ada.

“Selain itu Sudin SDA dan jajaran sampai di tingkat kecamatan mereka juga sudah melakukan pengurasan-pengurasan sampah saluran mikro yang ada di dalam pelosok-pelosok kampung itu. Karena dari situ dulu, nanti ke PHB langsung ke sungai-sungai besar. Kami berharap musim hujan saluran sudah bersih dari lumpur-lumpur sehingga tidak akan terjadi genangan dan banjir, “tambahnya.

Bukan hanya itu seluruh rumah pompa yang ada di lima wilayah di DKI Jakarta dapat beroperasi dengan baik. Sehingga apabila memasuki musim hujan, seluruh pompa dapat menguras genangan di sejumlah titik wilayah rawan banjir. (wandi/ys)