Friday, 06 December 2019

Miris, Usus Anak 7 Tahun Luka Usai Anusnya Kena Air Mancur

Minggu, 8 September 2019 — 7:33 WIB
Sumber: Welcome to China

Sumber: Welcome to China

CHINA – Peringatan untuk orang tua agar benar-benar mengawasi anaknya ketika bermain. Di Fuzhou, Jiangxi, China, seorang bocah lelaki 7 tahun menderita luka usus yang parah ketika air dari air mancur masuk melalui anusnya.

Peristiwa itu terjadi ketika bocah lelaki itu bersama neneknya, Wang, pergi menonton atraksi air mancur dengan iringan musik di sebuah taman pada 28 Mei silam. Kala itu, Wang sejatinya ingin melihat cucunya bahagia dengan membiarkan cucunya itu bermain bersama banyak anak lainnya di taman tersebut.

“Saya ingat bahwa banyak anak bermain dengan air di taman, dan saya rasa cucu saya juga ingin ikut bersenang-senang,” katanya, seperti dilansir Sin Chew Daily.

Cucunya itu lantas berjongkok untuk bermain air, namun tak menyadari bahwa dia berjongkok tepat di atas pembukaan mata air. Tiba-tiba, air keluar dari lubang dengan tekanan tinggi dan langsung mengenai bokong bocah itu. Sontak bocah malang itu berteriak kesakitan.

Tekanan air yang begitu kuat menyebabkan air menembus anus dan melukai usus bocah itu. Seketika itu pula ia dilarikan ke rumah sakit anak-anak dan dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa ususnya terluka parah termasuk otot-otot di sekitarnya rusak.

Dokter lain yang merawatnya pun menuturkan, agar usus anak itu sembuh, mereka harus menggunakan kantong kolostomi untuk mengambil kotoran anak itu.

Saat ini, kondisi kesehatan bocah lelaki itu berangsur mulai membaik. Hanya saja, masih sulit untuk buang air besar. Sehingga bocah itu kini menjadi pendiam dan sering menangis.

Terkait peristiwa itu, Wang pun mempertanyakan kurangnya pengawasan oleh manajemen taman. Terlebih taman air mancur itu kerap dikunjungi oleh banyak anak-anak.

Mr Xiong, Wakil Direktur di taman atau pihak yang bertanggung jawab untuk mengelola atraksi air mancur dengan iringan musik itu mengatakan bahwa karena air mancur itu terletak di situs terbuka, tidak ada cara untuk mengatur tindakan perlindungan. Apalagi, menurutnya, pihaknya pun sudah memasang tanda-tanda peringatan keselamatan yang didirikan di sekitar taman tersebut.

Kalau menurut kamu, apakah ini merupakan kesalahan pengelola taman karena tidak melakukan tindakan perlindungan atau apakah kesalahan orang tua karena tidak menjaga anak-anak mereka? (ys)