Sunday, 15 December 2019

Kelabui Polisi Akhirnya Terungkap, Gadis 19 Tahun Dibunuh Bapaknya karena Menolak Dijodohkan

Rabu, 11 September 2019 — 6:33 WIB
ilustrasi

ilustrasi

INDIA – Perempuan muda nan cantik ini ternyata tak meninggal secara normal seperti yang disampaikan keluarganya. Sebaliknya,ia dibunuh karena menolak dijodohkan dengan pria yang tak dicintainya.

Hindustan Times melaporkan kasus kematian Sheetal Mathur terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama 45 hari. Bahkan polisi menghentikan kremasi yang siap dilakukan keluarga atas jasad perempuan 19 tahun itu.

Lakhan Mathur, bapak Sheetal, ditangkap pada Minggu (8/9/2019). Tak sendiri, Raju Lal (30), rekan kerja yang membantu pria 50 tahun menghabisi anaknya itu juga dibekuk.

Pemeriksaan polisi menunjukkan hubungan Sheetal dengan keluarga memanas karena perempuan itu menolak dijodohkan dengan pria pilihan keluarga. Ia ingin menikah dengan kekasihnya namun keluarga tak memberi restu karena berasal dari kasta berbeda.

Menurut polisi, keluarga berupaya menyebut Sheetal meninggal secara wajar. Tapi ternyata keluarga diam-diam berniat mengkremasi jasad gadis itu di Lal Bagh Adarsh Nagar pada 24 Juli.

Curiga dengan tindakan keluarga, aparat dari kantor polisi Adarsh Nagar mendatangi tempat keremasi Taman Kewal kemudian menghentikan kremasi sesaat sebelum pembakaran jenazah dimulai.

“Hanya ada tiga atau empat pria yang datang di acara kremasi. Ketika tim kami bertanya bagaimana korban meninggal, ayahnya Lakhan Mathur, yang bekerja sebagai operator televisi kabel, mengatakan meninggal karena suatu penyakit,” ungkap penyidik polisi yang tak ingin disebut namanya.

“Tapi ketika ditanya catatan rumah sakitnya, dia bilang anaknya meninggal saat tidur. Ini mencurigakan, ada yang nggak beres. Jadi pembakaran mayat ditunda, jenazah kami kirim ke rumah sakit Babu Jagjivan Ram Memorial untuk diotopsi,” sambungnya.

Ternyata, kecurigaan polisi terbukti. Hasil pemeriksaan medis pendahuluan menunjukkan ada cedera di leher dan bahkan di seluruh tubuh Sheetal. Sebulan kemudian, otopsi lebih rinci keluar.

“Disebutkan ada beberapa luka luar dan penyebab kematian adalah asfiksia (mati lemas) akibat dicekik. Semua cedera di tubuhnya adalah ante-mortem (menderita sebelum kematian),” kata polisi itu.

Sejumlah warga, kerabat, dan anggota keluarga perempuan itu diinterogasi. Dalam pemeriksaan diketahui hubungan gadis itu dengan keluarga tak harmonis.

“Ternyata Sheetal menjalin hubungan dengan pria dari kasta lain dan ingin menikah dengannya. Namun, keluarga menentangnya,” ungkap petugas.

Wakil komisaris polisi (barat laut) Vijayanta Arya mengatakan Lakhan pun diinterogasi. Namun bapak korban ini bersikukuh anaknya meninggal saat tidur.

“Ketika ditanya mengapa mereka tidak membawanya ke rumah sakit atau memanggil polisi, dia tak bisa menjawab. Kami kemudian menunjukkan post-mortem dan pernyataan hasil pemeriksaan anggota keluarga dan kerabat lainnya. Ia akhirnya mengaku telah membunuh anaknya,” ujarnya.

Pemeriksana selanjutnya menunjukkan pembunuhan dilakukan Lakhan dibantu Raju Lal (30), teman kerjanya yang juga operator televisi kabel. Pada 23 Juli, ketika Sheetal tidur, mereka memasuki kamar gadis itu kemudian mencekiknya.

Arya menyebut keduanya tak hanya dijerat dengan pasal pembunuhan tapi juga merusak barang bukti dan memberi informasi palsu. Kejahatan ini membuat polisi memelurkan waktu lebih dari satu bulan untuk mengukap kasus ini.

“Kepastian kasus ini baru didapat setelah kami melihat hasil otopsi,” katanya. “Kami juga mencurigai adanya keterlibatan anggota keluarga lain dalam kejahatan ini.” (yp)