Sunday, 08 December 2019

Warga Pilih Motor, Malas Naik Angkutan Umum

Rabu, 11 September 2019 — 9:17 WIB
Pengendara motor di Slipi, Jakarta Barat. (cw6)

Pengendara motor di Slipi, Jakarta Barat. (cw6)

JAKARTA – Harapan Pemprov DKI Jakarta mengalihkan warga naik angkutan umum dengan penerapan perluasan ganjil genap (Gage) belum membuahkan hasil. Sebaliknya warga lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk menghindari kebijakan tersebut.
Hal ini diakui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta , Syafrin Liputo, Selasa (10/9/2019).

Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatan jumlah sepeda motor di hari pertama perluasan ganjil genap pada Senin (9/9/2019). “Kalau untuk jumlah secara pasti, kami sedang lakukan perhitungan. Tetapi kalau persentase pasti naik,” ujarnya saat dihubungi.

Syafrin menjelaskan, kenaikan jumlah sepeda motor diasumsikan karena pengguna kendaraan roda empat beralih akibat pembatasan berdasarkan nopol ganjil genap.

“Saya ilustrasikan, jika seluruh kendaraan mobil dan motor ada 10, sebanyak enam motor dan empat mobil. Kemudian begitu mobil dikurangi dua, yang di jalan kan tinggal enam motor dan dua mobil. Artinya persentase motor naik, persentase mobil turun kan?” sambungnya.

Syafrin menegaskan, meski pengguna motor meningkat, volume lalu lintas menurun. “Tapi secara volume lalu lintas, berdasarkan uji coba selama tiga minggu menurun. Penurunan sampai 25 persen. Ini lumayan cukup tinggi,” paparnya.

Pilih Motor
Sementara itu, Yusuf, warga Jakarta, mengaku memilih menggunakan motor dibandingkan angkutan umum lantaran lebih efisien. Baik dari sisi waktu maupun ongkos.

“Kalau naik motor lebih irit dibandingkan harus menggunakan angkutan umum, Belum lagi kalau naik angkutan umum saya harus naik turun. Itu memakan waktu,” ucap Yusuf.

Pegawai swasta ini pun mengaku sebelum adanya perluasan ganjil genap, kata Yusuf, saat beraktivitas sehari-hari naik mobil. “Kalau sekarang saya pilih naik motor, lebih cepat,” tuturnya.

Penumpang MRT
Belum beralihnya warga ke angkutan umum juga terlihat dari tidak melonjaknya jumlah penumpang di Moda Raya Terpadu (MRT). Jumlah penumpang angkutan massal tersebut pada Senin (9/9/2019) hanya mencapai 86.000 orang.

Angka tersebut tidak bertambah walaupun peraturan ganjil genap telah resmi diterapkan dengan tujuan mengurangi kendaraan mobil dan menekan warga menggunakan transportasi umum.

“Jumlahnya masih 86.000, masih rata-rata setiap Senin. Jadi kelihatannya sama untuk pertama,” kata Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin.

Namun, Kamaluddin memastikan jumlah penumpang akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. (ikbal/ruh/st)

Terbaru

kegiatan parade lagu daerah yang membuat TMII meraih Adikarya Wisata 2019. (Ifand)
Minggu, 8/12/2019 — 8:27 WIB
Promosikan Budaya Daerah,
Pemprov DKI Anugerahi TMII Adikarya Wisata 2019