Thursday, 05 December 2019

Warga Usulkan Lahan Kosong Pinggir Perumnas I Depok untuk RTH, Walikota akan Mendata

Sabtu, 14 September 2019 — 18:40 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris didampingi wartawan senior Casmo Talititofa, saat dialog do Perumnas Depok I. (anton)

Wali Kota Depok Muhammad Idris didampingi wartawan senior Casmo Talititofa, saat dialog do Perumnas Depok I. (anton)

DEPOK  – Warga Perumnas Depok I  berharap Pemkot Depok  menata ulang dan  mengembalikan fungsi lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) pinggir Kali Grogol karena kondisinya semakin kumuh.

“Kondisi lahan kosong pinggir kali perbatasan Perumnas Depok I dan Tanahbaru perlu ditata dengan baik, kalau perlu dijadikan lahan terbuka hijau atau ruang terbuka hijau yang lebih bagus,” kata Nyonya Fatmi, warga RW 09, Kelurahan Depok Jaya, Perumnas Depok I, saat dialog dengan Wali Kota Depok Muhammad Idris berserta jajaran, Sabtu (14/9/2019).

Sebetulnya, imbuh ibu tiga anak ini, lahan fasos dan fasum eks Perumnas Depok I cukup banyak,  namun sejak puluhan tahun lalu  dipergunakan untuk kepentingan oknum tertentu saja.

“Coba kalau ditata dengan baik dan didata kembali tentunya dapat dijadikan RTH baru,” ujarnya yang berharap ada upaya nyata dalam penangganan lahan fasos dan fasum eks Perumnas Depok Satu dan lainnya.

Hal senada dikatakan, Suryadi, mantan Kepala Urusan Unit Perum Perumnas Depok, hampir sebagian besar fasos dan fasum milik eks perumnas Depok banyak yang berubah fungsi akibat tidak adanya koordinasi yang baik antar Pemkot Depok dengan Perum Perumnas sekarang ini.

“Lahan fasos dan fasum eks Perum Perumnas Depok cukup banyak, tolong didata lagi daripada membeli lahan baru untuk membangun RTH,” katanya.

Dikembalikan Fungsinya

Menanggapi sejumlah pertanyaan Wali Kota Depok Muhammad Idris,   saat dialog dengan warga Perumnas Depok I, mengakui pihaknya memang tengah mengejar target pembangunan RTH di Depok untuk kepentingan masyarakat banyak baik olahraga, berkumpul dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Kami terus berusaha untuk mensosialisasikan keberadaan lahan fasos dan fasum yang berada di pinggir Kali Grogol pinggir Perum Perumnas Depok Satu yang belakangan banyak bangunan untuk parkir kendaraan maupun lainnya,” tuturnya. “Ada rencana menertibkan tapi perlu pendekatan terlebih dulu ke masyarakat sekitar.”

Masalah lahan fasos dan fasum milik eks Perum Perumnas Depok, imbuh dia, tentunya menjadi kewenangan Pemkot Depok untuk mendata serta memfungsikan kembali untuk masyarakat baik sebagai taman, RTH, olahraga dan lainnya. (anton/win)