Sunday, 20 October 2019

ATM Dibobol dengan Las, Dua Maling Bertopeng Gondol Rp630 Juta

Minggu, 15 September 2019 — 23:10 WIB
ATM yang dibongkar dengan cara dilas oleh dua maling bertopeng. (haryono)

ATM yang dibongkar dengan cara dilas oleh dua maling bertopeng. (haryono)

SERANG – Kawanan perampok membongkar brankas di mesin ATM Mandiri di sebuah minimarket, Jalan Raya Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok D 2A, Nomor 5-6, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pelaku yang diduga dua orang bertopeng itu membongkar brankas menggunakan las listrik dan berhasil membawa kabur Rp630 juta.

Suhendi (27), kepala minimarket itu mengatakan, pembobolan ATM diketahui oleh anak buahnya Lestianingsih (20), dan petugas sekuriti ATM sekitar pukul 06.30 WIB saat membuka toko. “Awalnya ada petugas dari ATM Mandiri sudah di depan toko. Kemudian karyawan sini datang, langsung mengecek ke dalam, mesin ATM sudah rusak di bongkar,” kata Warga Lingkungan Jerang Tengah, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

Menurut Suhendi, dari hasil pemeriksaan dan jejak kejahatan, pelaku diduga masuk melalui samping kiri toko, dengan cara naik ke atas dengan menggunakan tangga. Pelaku membekali diri dengan membawa alat las.

“Alat lasnya ditinggal di sini mungkin karena kesiangan jadi gak diberesin sama mereka. Pelaku masuk dari rumah kosong pakai tangga, dan membobol atap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suhendi mengungkapkan berdasarkan hasil rekaman CCTV dari tokonya, pelaku yang jumlahnya sekitar dua orang dengan menggunakan penutup muka, masuk ke dalam toko sekitar pukul 23.00.

“CCTV nggak ada yang dirusak. Kalau dari rekaman cuma dua orang semuanya pakai topeng,” ungkapnya.

Suhendi menjelaskan setelah berhasil membongkar mesin ATM Mandiri, pelaku juga membokar 4 kotak berisi uang sekitar Rp630 juta. Setelah itu, keduanya menguras isi toko dengan mengambil sejumlah makanan, minuman dan rokok. Pelaku meninggalkan lokasi sekitar pukul 03.45 WIB.

“Ada juga barang yang hilang, makanan, minuman dan rokok. Nilainya sekitar Rp9 jutaan,” jelasnya.

Suhendi menambahkan di dalam toko, kedua pelaku meninggalkan barang bukti, 1 tabung gas las berwarna putih, 1 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, selang las berikut mata las, linggis, pisau, obeng, kunci inggris, gunting, gunting pemotong kawat dan 4 buah bok penyimpanan uang mesin ATM.

“Mungkin karena kesiangan, semuanya ditinggalkan. Rekaman CCTV juga sudah kami serahkan ke kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kramatwatu AKP Raden Mohammad Sofian membenarkan adanya kasus pembobolan mesin ATM dengan menggunakan alat las. Pelaku diduga berjumlah lebih dari 1 orang, dan pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Iya kami yang tangani, kerugian Rp630 juta. CCTV belum kami lihat. Barang bukti alat las dan beberapa alat lainnya yang ditinggal pelaku di dalam toko. Hingga saat ini sudah dua orang yang kita periksa (Petugas ATM dan Toko),” katanya. (haryono/ys)

Terbaru

Posko Pengaduan Masyarakat (PPM) Kelurahan Glodok.
Senin, 21/10/2019 — 1:44 WIB
PPM Glodok Sepi Pengaduan Warga
Marcus Rashford merayakan gol yang dicetaknya untuk Manchester United. (reuters)
Senin, 21/10/2019 — 0:40 WIB
Diimbangi MU, Liverpool Tak Lagi Menangan
Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)
Minggu, 20/10/2019 — 23:58 WIB
Kelurahan Rawa Bunga kini Miliki 20 Bank Sampah