Friday, 18 October 2019

Cerdas, Berkualitas, Berintegritas

Senin, 16 September 2019 — 6:16 WIB

Oleh Harmoko

“*Masa depan Indonesia ada di sumber daya manusianya, bukanlah sumber daya
alamnya*.”

Ini satu dari sekian kata mutiara BJ  Habibie sebagai “bapak teknologi”
untuk menginspirasi pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

Merujuk kepada pesan tersebut dapat dimaknai bahwa sumber daya manusia
menjadi hal yang utama dalam membangun sebuah negara.
Fakta sering memperlihatkan kepada kita bahwa melimpahnya sumber daya alam
suatu negara tak sebanding lurus dengan kemajuan negaranya, dengan tingkat
kemakmuran rakyatnya. Jika tak diiringi dengan kekuatan sumber daya
manusianya.

Sebaliknya banyak negara yang tak memiliki kekayaan sumber daya alam,
tetapi menjadi negara maju.  Sebut saja Jepang dan Singapura menjadi negara
yang menguasai perekenomian dunia karena memiliki sumber daya manusia yang
berkualitas.

Begitu pun negeri kita, melimpahnya kekayaan alam akan banyak membawa
manfaat bagi masyarakat, jika didukung oleh kekuatan sumber daya manusianya
Lantas sumber daya manusia (SDM) seperti apa yang kita butuhkan di zaman
sekarang  yang sering disebut era milenial.

Jawabnya boleh jadi akan beragam  sesuai dengan keberagaman sudut pandang
keilmuan dan argumentasi dari masing – masing pribadi.

Secara umum, SDM kita harus mumpuni agar mampu bersaing menghadapi beragam
tantangan zaman di segala bidang kehidupan. Mampu menguasai, mengadopsi dan
beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Di sinilah dituntut SDM yang “cerdas, berkualitas dan berintegritas.”

*Cerdas* dimaksud memiliki kemampuan dalam merespons perkembangan teknologi, utamanya informasi dan komunikasi. Cepat mengetahui dan menyadari gejala yang timbul, serta segera mampu mengambil tindakan yang tepat terhadap kian cepat dan derasnya arus informasi dari segala penjuru dunia.
Langkah cepat agar tidak jauh terseok di belakang kemajuan, tindakan tepat untuk mencegah terseret kepada perilaku yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.

SDM *berkualitas* berarti memiliki keunggulan tersendiri sebut saja skill (keahlian). Telaah para ahli menyebutkan ciri – ciri SDM berkualitas diantaranya memiliki disiplin tinggi, ulet, tekun, kreatif dan inovatif.

Dan, tak kalah pentingnya adalah SDM yang memiliki *integritas*.

Berintegritas berarti memiliki karakter kuat, teguh mempertahankan prinsip, memiliki pribadi yang jujur,  taat asas, norma dan etika menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Semakin tinggi tingkatan integritasnya, semakin tinggi pula nilai – nilai moral yang melekat pada dirinya. Itulah sebabnya pribadi yang demikian sering disebut memiliki akhlak yang baik, akhlak yang mulia.

Dan SDM yang demikian lazimnya mempunyai daya kerja yang baik. Karena jujur, adil, penuh tanggung jawab, dan selalu berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Sumber daya manusia yang berkepribadian demikian yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara pada situasi apa pun dan kapan pun.

Termasuk di era digital sekarang ini. Era serba instan, di mana dalam sekejap informasi begitu cepat menyebar tanpa batasan waktu dan tempat.
Dunia pun seolah dalam genggaman tangan seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, berkualitas dan berintegritas perlu proses panjang dan berliku. Menciptakan manusia berintegritas, tak semudah mencetak  manusia cerdas dan berkualitas yang bisa ditempuh melalui jalur  pendidikan dan pelatihan.
Mengingat integritas menyangkut moral, maka upaya yang dilakukan tidak hanya melalui dunia pendidikan formal.
Pendidikan budi pekerti dan mental spiritual, yang di dalamnya terdapat etika dan norma, menjadi sebuah pembelajaran dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Agama apa pun mengajarkan kepada kita agar selalu berbuat baik, dalam arti berlandaskan kepada nilai- nilai moral dan akhlak mulia.

Filosofi Jawa pun mengajarkan *ajining dhiri soko lathi lan budi* – berharganya diri pribadi seseorang tergantung pada ucapan dan budi pekertinya, akhlaknya.

Maknanya ciri- ciri orang yang mulia, memiliki integritas moral yang tinggi akan terlihat dari perilaku sehari – hari atas ucapan, halus batin dan perbuatannya, keluhuran budi pekertinya.

Sementara keluhuran budi yang merupakan modal utama, hanya bisa didapat dengan belajar dari kesadaran diri. Itulah yang perlu diedukasi tiada henti sejak dini oleh masing – masing diri pribadi.

Mari kita mulai. Bismillah..(*).