Tuesday, 15 October 2019

Trotoar di Jalan Kalimalang Semrawut, Anies Minta Walikota Perbaiki

Senin, 16 September 2019 — 4:30 WIB
Kondisi trotoar yang ada di tengah Jalan Kalimalang. (ifand)

Kondisi trotoar yang ada di tengah Jalan Kalimalang. (ifand)

JAKARTA – Keberadaan trotoar di tengah Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, santer menjadi perbincangan di media sosial. Meski begitu, keberadaannya menjadi tanda tanya warga yang selama ini kerap beraktivitas di lokasi itu.

Ester (36), satu karyawan swasta perkantoran di Jalan Kalimalang, yang justru selama ini menganggap beton yang berada di tengah jalan merupakan separator atau median jalan. Padahal, hampir setiap hari ia melihat beton yang dibangun secara terputus di sepanjang Jalan Kalimalang.

“Emang ini trotoar ya? Saya kira ini justru separator, habis lokasinya di tengah jalan,” katanya, Minggu (15/9/2019).

Pernyataan itu, kata Ester, karena beton yang ada, juga dibangun terputus dan tersebar di sepanjang jalan. Sehingga dari hal itu, ia menilai tidak terlihat seperti separator sebagai pembatas jalan. “Apalagi posisinya ada di tengah jalan, makanya saya bilang ini mah separator. Saya juga kaget begitu viral di media sosial bilang trotoar ada di tengah jalan,” ungkapnya.

Sebagai pengguna transportasi umum, Ester juga mengaku setiap harinya menapaki beton yang disebut trotoar untuk menunggu angkot M 19 Cililitan-Kranji. Pasalnya, sopir angkot  cenderung ogah melintas di lajur kiri yang dipisahkan beton. “Sopir angkot ambil jalur kiri kalau lagi macet parah saja. Lajur kiri mah biasanya buat parkir sama orang bawa motor lawan arah,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, selain trotoar yang letaknya tak lazim, deretan barrier beton ikut bercokol di sejumlah titik Jalan Kalimalang. Keberadaannya pun cukup mengkhawatirkan karena berada di tengah jalan yang setiap hari dilintasi ribuan pengendara.

Terkait hal itu, Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terkait hal itu. Karena pembangunan trotoar itu satu paket dengan pembangunan Becakayu, yang di dalamnya berisi Kementerian PUPR, pemerintah pusat. “Jadi kami harus koordinasi dulu, pekan ini kami akan melakukan pertemuan,” ujarnya.

Anwar menyebut, kalau memang itu trotoar tidak ada manfaatnya maka akan dilakukan pembongkaran. Meski begitu, pihaknya masih melakukan harus kami koordinasi karena yang membangun itu dari pihak Becakayu. “Ya kalau tak ada manfaat kami bongkar, apalagi sudah ada sebagian bilang menganggu, menambah kemacetan dan beresiko bagi pengendara motor pada malam hari,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan angkat bicara terkait masalah  semrawutnya trotoar di Jalan Kalimalang, Jakarta Timur. Ia menyebut bakal segera meminta Walikota Jakarta Timur, untuk memperbaikinya. “Nanti Walikota, kami suruh perbaiki,” kata Anies. (ifand/ys)