Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau ini sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!

Thursday, 05 December 2019

Etika Berkendara

Rabu, 18 September 2019 — 9:13 WIB

BERAGAM kasus pelanggaran lalu lintas acap menjadi perhatian publik. Ini bukan karena siapa yang melanggar atau bentuk pelanggaran yang dilakukan pengemudi, tetapi lebih kepada perilaku si pelanggar ketika ditegur petugas atau akan ditilang.

Ada pengemudi yang marah- marah kepada polisi lalu lintas, ada yang menuding – nuding sambil memaki – maki. Ada pula yang karena panik memacukan mobilnya selagi polisi masih berada di depan, seperti di terjadi si kawasan Pasar Minggu,Jakarta Salatan baru – baru ini.

Untuk menyelamatkan diri, polisi yang hendak menilang secara reflek menempel ketat di kap depan mobil hingga melaju sejauh 200 meter.
Jika hanya melihat foto, tanpa keterangan gambar, tentu akan menilmbulkan multi tafsir. Apalagi jika diberi narasi sedikit nakal.

Bentuk pelangaran, penyebab kejadian, dan kronologi kejadian tidak akan diulas lebih rinci. Toh kasusnya sudah berakhir damai, antara pengemudi dan polisi sudah saling memaafkan dan berpelukan.

Yang hendak kita sampaikan adalah bagaimana agar kejadian serupa tidak terulang.

Dari insiden tersebut ada pesan yang perlu disampaikan kepada kita semua bahwa mematuhi etika tidak hanya dalam berkomunikasi, dalam pergaulan sehari di lingkungan kerja dan masyarakat. Etika perlu juga ditumbuhkan ketika kita mengemudi kendaraan bermotor baik roda dua, empat atau lebih.

Janganlah kita beretika hanya ketika berkendara di jalan – jalan milik komplek, lingkungan perumahan. Meski ketika berada di jalan raya – jalan umum, etika berkendara hendaknya perlu diutamakan.

Justru karena jalan umum, milik semua, semua pengguna memiliki hak yang sama, sebaiknya makin bertata krama, beretika. Bukan sebaliknya mengutamakan hak pribadinya di atas kepentingan umum.

Sifat egois, mau menang sendiri tidak layak dipertontonkan karena sejatinya tak sesuai akar budaya kita. Budaya bangsa yang mengutamakan adanya sikap tolerensi, saling memaafkan, saling menghargai satu sama lain.

Main serobot, saling dahulu mendahului tanpa mengabaikan kepentingan orang lain, cermin tidak adanya etika berkendara. Lebih – lebih sampai melanggar norma.

Mari kita mulai dari masing- masing pribadi untuk senantiasa berkendara penuh dengan etika.

Begitu juga bagi para petugas di lapangan untuk selalu menahan diri dari beragam godaan yang berada di depan mata. Godaan untuk menahan diri tidak terpancing emosi. Godaan agar tidak serta merta melakukan tindakan hukum. Ada baiknya mulai dengan menarik simpati publik, ciptakan rasa empati sebelum menilang.

Sebab, keberhasilan pengaturan lalu lintas bukan dari banyaknya surat bukti pelangaran (tilang), tetapi sedikitnya pelanggaran. (*)