Sunday, 08 December 2019

Berkas Lengkap, Kriss Hatta Siap Dimejahijaukan

Kamis, 19 September 2019 — 9:33 WIB
Kriss Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

Kriss Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

JAKARTA – Polda Metro Jaya akan menyerahkan tersangka dugaan penganiayaan, Kriss Hatta, serta barang bukti ke Kejaksaan, hari ini Kamis (19/9/2019).

Sebelumnya, berkas perkara tahap pertama kasus tersebut telah dilimpahkan oleh penyidik Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, pada 23 Agustus 2019 lalu. Kini, berkas perkara itu telah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan. Sehingga polisi dapat melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

“Ya berkas kasus sudah dinyatakan lengkap. Rencananya Kamis 19 September (hari ini) penyerahan tersangka Kriss Hatta tahap 2 ke kejaksaan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan.

Ia mengatakan, penyerahan tersebut akan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Setelah penyerahan ke Kejaksaan, maka artis FTV Kriss Hatta, siap untuk maju ke meja hijau. “Nanti jam 10.00 WIB ya kita limpahkan ke Kejati DKI,” kata Argo.

Seperti diketahui, laporan atas dugaan penganiayaan itu telah dicabut oleh Anthony Hillenaar selaku pelapor. Namun proses hukum terhadap Kriss Hatta harus tetap berjalan.

Alasannya, kasus yang menyandung Kriss Hatta itu merupakan delik murni, sehingga proses hukum akan tetap berjalan meskipun kedua belah pihak telah berdamai. “Pengajuan pencabutan laporan itu juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan di sidang,” tandasnya.

Kriss ditangkap di sebuah indekos temannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019) pagi. Saat ditangkap, Kris bersikap kooperatif. Penetapan tersangka terhadap Kriss Hatta merupakan buntut dari laporan Antony Hillenaar ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan tersebut teregister dengan nomor laporan LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 6 April 2019. (firda/mb)