Tuesday, 15 October 2019

Lola Amaria Filmkan Juara Lombat Panjat Tebing

Kamis, 19 September 2019 — 6:12 WIB
Lola Amaria. (mia)

Lola Amaria. (mia)

JAKARTA  – Sang Juara Dunia ‘Panjat Tebing’, Aries Susanti Rahayu sosoknya diangkat ke layar lebar oleh produser Lola Amarian. Peraih 2 Medali Emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 hidupnya dianggap menginspirasi generasi muda Indonesia.

“Kisah hidup Aries sampai juara dunia sangat inspiratif, bayangin dari keluarga sederhana nun jauh di kampung Grobogan Jawa Tengah. Makanya saya mau produksi film ‘6,9 detik’ ini karena ada pesan bagus di dalamnya,”tutur Lola Amaria, saat ditemui di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Di film yang dibintang oleh atlit Aries Susanti Rahayu dan Ariyo Wahab ini Lola tidak saja ingin memberi inspiratif kepada generasi muda, tetapi juga ingin memotivasi Aries agar bisa memecahkan rekor dunia panjat tebing 7,1 yang direbut atlet China.

“Lewat film ini, saya ingin memberi motivasi pada Aries agar bisa pecahkan rekor dunia pada Olimpiade Tokyo 2020, makanya saya kasih judul film ‘6,9 detik’. Agar selalu diingat Aries, karena waktu latihan rekor Aries 6,8 detik,”ucap sutradara film ‘Minggu Pagi di Victoria Park’ ini.

Meski film ‘6,9 Detik’ sangat inspiratif dan lumayan bagus tapi Lola Amaria tidak berencana mengikutsertakan filmnya tersebut pada ‘Academy Awards 2020’. “Ternyata ikut Academy Awards biayanya lumayan besar, makanya saya nggak daftarin kesana, semoga film ini banyak disukai masyarakat Indonesia,”ucap Lola Amaria.

KEHIDUPAN PILU
Prestasi Aries Susanto Rahayu kian memuncak, namun kehidupan atlet nasional cabang olahraga panjat tebing tersebut begitu pilu.

Jauh sebelum dikenal, ia bahkan kerap diremehkan banyak orang. “Masa lalu Aries Susanti Rahayu ini memprihatinkan. Tinggal di kampung yang tanahnya tandus, kering dan panas, hingga ditinggalkan ibunya yang menjadi tenaga kerja di Arab Saudi,” kata Lola Amaria.

Aries Susanti Rahayu pernah berjanji pada dirinya sendiri, kelak jika mendapatkan medali emas, ia akan memulangkan ibunya supaya tidak lagi bekerja di Arab Saudi.

Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia, pada 26 September 2019. (mia/d)