Tuesday, 15 October 2019

Sudah Tiga Kali Terjadi

12 Ibu PKK Terjebak di Lift Kantor Walikota Jakarta Timur

Jumat, 20 September 2019 — 20:46 WIB
ibu-ibu PKK yang terjebak di dalam lift kantor walikota Jakarta Timur. (Ifand)

ibu-ibu PKK yang terjebak di dalam lift kantor walikota Jakarta Timur. (Ifand)

JAKARTA – Untuk ketiga kalinya, lift di Gedung A Kantor Walikota Jakarta Timur,  kembali bermasalah. Jumat (20/9/2019). Sebanyak 12 orang yang merupakan ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terjebak di dalam lift.

Dedi Darmanto, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Walikota Jakarta Timur mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:30. Saat itu, lift yang digunakan ibu-ibu PKK tiba-tiba mati. “Itu ibu-ibu baru selesai menghadiri acara PKK se-Jakarta Timur di lantai 4,” katanya.

Diceritakan Dedi, saat lift mati, ibu-ibu yang ada di dalamnya berteriak-teriak minta tolong. Ia pun bersama petugas lainnya langsung mendekati lift dan ada juga yang memanggil teknisi. “Petugas teknisi yang datang langsung membongkar pintu lift tersebut,” ujarnya.

Setelah lift terbuka, sambung Dedi, ibu-ibu yang ada di dalamnya langsung dievakuasi satu persatu. Terlihat wajah ketakutan para ibu yang saat itu dibantu petugas untuk keluar dari lift yang sudah tiga kali rusak ini. “Untungnya nggak ada yang kenapa-kenapa. Evakuasinya juga gampang diangkat satu-satu aja bisa,” ujar Dedi.

Berdasarkan keterangan petugas teknisi, Dedi menyebut dugaan sementara, lift berhenti atau stuck karena kelebihan beban. Hal itu juga terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang dikeluarkan dari dalam lift yang rusak itu.

“Itu overload liftnya yang masuk melebihi kapasitas banyak banget. Namanya ibu-ibu ya naik lift sambil ngobrol nggak tahunya overload,” kata Dedi di lokasi.

Dedi menjelaskan, memang seharusnya lift itu berkapasitas maksimal 6 orang. Namun, seringkali orang di lingkungan Kantor Walikota itu tidak menghiraukannya. “Maksimal 6 orang tapi diisi 12 orang ya mati liftnya. Apalagi lift ini emang sudah tua juga,” terangnya.

Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengakui kejadian yang menimpa ibu-ibu PKK ini. Ia juga menyebut, anjloknya lift tersebut akibat kelebihan beban karena diisi terlalu banyak. “Karena terlalu banyak anjlok dari lantai 2 ke lantai 1. Namun tak sampai 5 menit, semuanya sudah bisa dievakuasi,” pungkasnya.

(BacaBerdesakan dengan Barang dalam Lift, Pegawai Walikota Jaksel Mengeluh)

Sebelumnya, diberitakan, lift berusia 25 tahun yang ada di kantor Walikota Jakarta Timur, akhirnya memakan korban, Senin (22/10/2018). Sebanyak 12 pegawai yang mengunakan alat tersebut, terjebak hampir 15 menit setelah sebelumnya meluncur dari lantai 4 gedung pemerintahan itu.

Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 07:00, saat pegawai dari beberapa unit akan turun dari ruangannya, guna melaksanakan upacara bendera. Lift itu bagian elektrical board-nya error mengalami kerusakan saat berada lantai empat, sehingga lift turun perlahan sampai pada level paling rendah, dan pintu tak bisa dibuka. (ifand/ys)