Sunday, 20 October 2019

Kasus Pencemaran Pabrik Aluminium di Cilincing Naik ke Penyidikan, 5 Saksi Diperiksa

Jumat, 20 September 2019 — 16:30 WIB
Pabrik peleburan aluminium disegel petugas. (ist)

Pabrik peleburan aluminium disegel petugas. (ist)

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Utara menaikkan status kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh dua pabrik peleburan aluminium di Cilincing, Jakarta Utara, ke tahap penyidikan. Sebanyak lima saksi telah diperiksa secara intensif.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya kini tengah fokus dengan keterangan lima saksi itu. Alasannya, kelima saksi itu memiliki peran besar dalam pabrik peleburan aluminium tersebut.

“Lima saksi itu, satu pemilik dan empat karyawannya. Status mereka saat ini masih saksi,” ujar Budhi ketika dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).

“Jadi untuk status saat ini saksi, tapi masih kami kejar terkait pemenuhan UU lingkungan hidup,” sambungnya.

(BacaWarga dan Siswa SD di Cilincing Dikepung Asap Pembakaran Arang)

Meskipun status kasus tersebut telah naik ke penyidikan, namun belum ada penetapan tersangka dalam kasus itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku dinas (Sudin) Perdagangan terkait kasus itu. Dan didapati bahwa dua pabrik tersebut tidak memiliki izin.

“Terkait dengan pemenuhan UU Perdagangan, kami sudah berkoordinasi dengan Sudin Perdagangan mengatakan itu nggak ada izinnya sehingga ada pelanggaran terhadap UU Perdagangan,” imbuh Budhi.

(BacaCemari Udara, Industri Arang Batok di Cilincing Dibongkar)

Diketahui, polisi bersama Pemprov DKI Jakarta menyegel dua pabrik aluminium di Cilincing, Jakarta Utara. Pabrik itu disegel karena diduga mencemari udara. (firda/ys)