Monday, 21 October 2019

Fahmy Radhi, Panggilan Hati Mendorongnya Terus Menulis

Sabtu, 21 September 2019 — 8:08 WIB
Fahmy Radhi. (instagram)

Fahmy Radhi. (instagram)

SEBAGAI akademisi, ia tak mau hanya berkutat memberi kuliah di dalam kelas. Fahmi juga ingin ilmu bermanfaat buat kemaslahatan rakyat.

Inilah yang menjadi semboyan Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Untuk itu, Fahmy tak mau menguasai ilmu secara teori saja. Tapi juga menguasai pengetahuan langsung dari lapangan. Karenanya, ia kerap terjun ke lapangan.

“Sebagai pengamat, saya menempatkan diri sebagai ‘tukang adzan’, yang mengajak pada kebenaran dan kemenangan.

“Sebagai akademisi, saya harus mengatakan benar adalah benar. Salah adalah salah. Memang melelahkan, tetapi saya jalani dengan penuh semangat untuk memberi kontribusi bagi negeri,” kata dosen kelahiran 1961 di Solo ini.

Sehingga dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, sejak 1990 sampai sekarang ini nyaris bolak-balik Yogyakarta-Jakarta setiap minggu.
Selain mengajar progam MBA UGM Kampus Jakarta, juga kerap menjadi narasumber diskusi media dan beberapa Stasiun TV terkait Ekonomi Energi.

Fahmy juga dikenal sebagai penulis produktif. Baginya menulis bagai zat adiktif, terutama menyangkut isu kedaulatan energi.

Ia mengatakan, menulis menjadi langkah kecil sebagai wujud kepedulian terhadap negara. “Ibarat tukang adzan, kita menyeru orang untuk shalat. Begitupun dengan menulis,” ujarnya.

Kegemarannya tidak datang begitu saja. Kecintaannya pada dunia tulis-menulis diawali tatkala aktif menulis di jurnal ilmiah. Kemudian, dia melihat media massa bisa menjadi tempat untuk menyuarakan gagasan. “Panggilan hati mendorong saya konsisten menulis di media massa,” kata bapak tiga anak ini.

Saat ini, Fahmy rutin menulis satu bulan sekali di berbagai media massa lokal dan nasional. Masalah kedaulatan energi di Indonesia, kata dia, sangat banyak dan belum selesai. Hal itu yang membuat sejumlah media massa memintanya menulis di kolom opini.

“Dulu puluhan kali ngirim tulisan ke media cetak ditolak terus. Sekarang malah diminta walau kadang saya sampai enggak tidur dua hari demi memenuhi permintaan,” tuturnya.

Sebagai akademisi, ia harus mengatakan benar adalah benar, salah adalah salah. “Memang melelahkan, tetapi saya jalani dengan penuh semangat untuk memberikan kontribusi bagi negeri,” tegasnya. (rizal/bi)

Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)
Senin, 21/10/2019 — 11:30 WIB
Polisi Terjunkan 1500 Personel Kawal Demo Mahasiswa
Mahfud MD.
Senin, 21/10/2019 — 11:13 WIB
Banyak Bicara Hukum & HAM
Belum Tau Jadi Menteri Apa, Mahfud: Saya Diminta Membantu Beliau
istana negara
Senin, 21/10/2019 — 10:38 WIB
Ada Mahfud MD dan Nadiem Makarim
Sejumlah Calon Menteri Dipanggil ke Istana Negara