Tuesday, 15 October 2019

KPK Duga Suap Dana Hibah KONI Terkait Asian Games 2018

Sabtu, 21 September 2019 — 6:47 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (yendhi)

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (yendhi)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap terkait dana hibah KONI  dengan tersangka Imam Nahrawi. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan sebagian suap terkait dengan proses pengurusan hingga  pencairan proposal hibah KONI merupakan commitment fee terkait tiga hal. Febri menyebut salah satunya terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

“Terkait 3 hal yaitu anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018. Kedua anggaran fasilitasi bantuan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan KONI Pusat Tahun 2018,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Ketiga, lanjut Febri, commitment fee terkait bantuan pemerintah kepada KONI guna pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Lebih lanjut dia menambahkan hari ini KPK memeriksa satu orang saksi dari pihak swasta.  Sebelumnya KPK telah mengagendakan pemeriksaan terhadap 5 saksi lainnya dari unsur KONI, yaitu pengurus di bidang anggaran dan keuangan.

“Hari ini KPK lakukan pemeriksaan terhadap satu saksi, Alverino Kurnia, swasta untuk tersangka IMR (Imam Nahrawi),” imbuhnya.

Selain memeriksa saksi-saksi, KPK juga akan menelusuri aset terkait tindak pidana korupsi dengan tersangka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

“Selain proses pemeriksaan saksi-saksi, KPK juga akan memaksimalkan penelusuran aset untuk kepentingan pengembalian uang ke negara nantinya. Jika masyarakat memiliki informasi kepemilikan aset tersangka, silakan memberikan informasi,” tutup Febri. (ikbal/yp)