Tuesday, 15 October 2019

Rumah Mewah Digempur, Pemilik: Saya Pasrah, Padahal Saya Habis RP300 Juta

Selasa, 24 September 2019 — 20:42 WIB
Petugas dengan menggunakan godam membongkar bangunan tanpa IMB. (wandi)

Petugas dengan menggunakan godam membongkar bangunan tanpa IMB. (wandi)

JAKARTA – Reffy Panjaitan (57) hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, saat rumah mewah tiga lantai miliknya, di Jalan Bintaro Permai 4, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan diobrak-abrak petugas, Selasa (24/9). Dia mengaku tidak tahu kalau membangun diatas gang akses jalan ini salah, selain itu bangunannya tidak memiliki ijin mendirikan bangunan.

“Saya pasrah saat petugas satu persatu silih berganti menggempur tembok bangunan rumah saya. Padahal saya membangun ini rumah ini mengeluarkan uang cukup banyak hampir Rp300 juta, Kata Pegawai Tata Usaha Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cipulir ini.

Padahal, dalam membangun rumah ini saya ngumpuli uang sedikit demi sedikit dan setelah terkumpul baru membangun. Jika dirinya tahu mungkin sebelum membangun terlebih dahulu minta mengurus ijin dulu sehingga kerugian tidak sampai segini banyak.

“Memang rumah yang sedang saya bangun ini memang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Saya juga tidak tahu terkait pembangunan lantai di atas gang yang menghubungkan kedua rumahnya samping kanan dan kirinya ini melanggar,”terang Reffi, dengan nada sedih.

Diakui oleh Deffy dirinya  memang mengabaikan sejumlah Surat Peringatan hingga Surat Pembongkaran bangunan yang telah diterima sebelumnya dari Sudin Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata). Sebab menurutnya, lahan memang miliknya sehingga bebas dibangun selama tidak mengambil lahan orang lain.

Makanya atas kesalahan ini dirinya mengizinkan pihak petugas Satpol PP Jakarta Selatan untuk membongkar rumahnya. Sebab, penghalauan ataupun penyesalan menurutnya tidak akan menghapus kesalahan atas pelanggaran yang diperbuatnya.

Akibat pembongkaran ini dirinya mengalami kerugian hingga sebesar Rp 300 juta atas pembongkaran. Sementara dirinya harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk merapikan rumahnya kembali.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Jakarta Selatan, Luasman Manihuruk menegaskan pembongkaran ini dilakukan karena bangunan tersebut bermasalah. Pembongkaran pun ditegaskannya tanpa toleransi sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Ini penertiban bangunan yang tanpa IMB, terpaksa dilakukan lantaran banyaknya laporan masyarakat lewat aplikasi pengaduan masyarakat atau Customer Relationship Management (CRM). Ini menunjukkan bahwa tindakan ini kami lakukan sebagai tindakan tegas agar kedepan tidak ada warga yang melanggarnya,” terang  Luasman Manihuruk.

Diakui oleh Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum, dalam pembongkara ini secara langsung menyebabkan kondisi kedua rumah Reffy menjadi terbuka, rumah tinggal berlantai tiga itu sengaja dibongkar sebagian oleh pihaknya hari ini. Tindakan tegas ini sebagian lantai rumah terlihat dibangun di atas gang,

Sedangkan Kasudin Citata,  Syukria menghimbau kepada warga masyarakat apabila akan membangun rumah sebaikan minta ijin maupun konsultasi dahulu kepada PTSP atau Sudin Citata. Jika sudah begini barang tentu yang rugi pasti pemilik rumah, bahkan kerugian kalau mencapai ratusan juga tentu sangat memberatkan warga.

“Makanya jangan asal membangun-bangun saja, kalau sudah seperti inikan rugi siapa. Sebaikan sebelum membangun konsultasi dan mengurus ijin sehingga pada saat pembangunan ini dilakukan tidak ada kendala,” terang Syukria.

Terkait terus berulangnya pelanggaran bangunan, dirinya mewakili Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi ketentuan. Salah satunya adalah mengajukan permohonan serta menyesuaikan bentuk bangunan, baik rumah tinggal, perkantoran ataupun bangunan lainnya agar sesuai dengan IMB.

“Pesannya kepada masyarakat luas agar mematuhi aturan, artinya uruslah ijin dan sesuaikan ijinnya dengan bangunannya. Itu yang kita harapkan dari seluruh lapisan masyarakat,” imbaunya.  (wandi/win)